LASUSUA - (BUtara) Hingga memasuki pekan pertama Triwulan Kedua (April - Juni 2026) tim KPM Kolaka Utara telah mencapai 62,63 persen dalam progres pendataan dalam imputan di aplikasi eHDW.
https://tppkolakautara.blogspot.com/
Jadi sebanyak 12 perwakilan masing-masing desa se-Kecamatan Katoi yang merupakan peruntusan dari Pemdes dinyatan telah mampu membuat blogspot. Dimana blogspot ini nanti mejadi medium pemberitaan untuk seluruh kegiatan pembangunan desa.
Ketua Panitia kegiatan OJT, Munira S.Ap., mengataka, kegiatan ini dilaksanakan mengingat memang pentingnya media-media publikasi untuk hasil-hasil pembangunan desa.
"Ya, kami memang telah mendiskusikan Camat Katoi bahwa selama ini, belum terpubliaksi dengan baik hasil-hasil pembangunan desa di Kecamatan Katoi," tegasnya.
Menurutnya, sangat disayangkan sejak adanya Dana Desa sekitar tahun 2015 sampai saat ini, publikasi hasil-hasil pembangunan belum terkspos dengan bai,
Camat Katoi,... . ketika dihubungi vai telapon membenarkan rencana kegiatan OHT bagi KPM Bidang Media dan Informasi.
"Kami memang selama ini digelisahkan karena belum adanya saluran publikasi yang memadai prestasi dan pembangunan desa di Katoi, padahal sangat banyak potensi-potensi desa yang bisa dipublikasikan secara meluas," tutupnya. (mur)
Siapa : Utusan Pemdes se-Kecamatan Katoi
Kapan : Rabu, 15 April 2026 (15/04/2026)
Dimana : Cafe Niken Kota Lassusua
Bilamana : on the job training pembuatan website / blogspot desa
Bagaimana : pentingnya KPM Media dan Informasi se-Kecamatan Katoi dalam peningkatan kapasitas.
Lead :
struiktur berita / laporan
Kalimat langsung : itu kalimat penegasan. Itu memuat kata-kata : saya, aku, kami dll.
Kalimat tidak langsung /
Toaha mulai bulan depan, April 2026, telah memastikan untuk memasok kebutuhan ayam potong ke sejumlah pasar-pasar tradisional dan dapur MBG di seputaran Kecamatan Pakue Kolaka Utara.
Optimis sang Kades Toaha Sunardi SH ini dikarenakan sistem
peternakan ayamnya, ayam KUB pedaging, sudah dapat dipanen April 2026 nantinya,
dan angka itu juga besar, bisa mencapai lebih seribuan ekor ayam pedaging
dengan umur sekitar 3 – 4 bulan.
Ia mengakui, bahwa dipilihnya ayam KUB pedaging ini sebagai
program Ketapang Toaha itu lantaran pangsa pasar yang sangat besar di
daerahnya, dimana kebutuhan ayam pedaging yang selama ini dikenal dengan ayam
ras, karena memang selain cara pemeliharannya yang cukup simple, tidak terlalu
rewel dan sistem perkandangannya cukup dilepas dalam area yang dikelolongi jaring,
yang tentu berbeda dengan ayam ras.
Kemudian, karena ayam KUB ini sebenrnya adalah ayam kampung
super, jadi sistem pemelirahaanya sama dengan ayam kampung. “Cuma yang harus
dijaga adalah pakannya, karena tidak boleh terlambat, sehingga ayam-ayam
tersebut tidak saling mematok,” ungkapnya.
Kalau pakan di kandang habis, maka yang dipatok itu adalah ayam
teman-temannya, dan itu kalua tidak sering dikontral bisa jadi mati. “Kadang
beberapa ekor itu harus diungsikan dari perkandangan, karena usai dipatok, luka-luka,
jadi dikeluarkan dulu dari kendang untuk diobati,” terangnya.
Bahkan lebih jauh sang Kades pun telah membuat rencana ke
depan, bila panen perdana ini telah selesai, maka pengadaan bibit ayam KUB pedaging
pun akan ditambah, apalagi memang luasan perkandangannya terhitung masih
longgar.
Jadi sekalian, selain pengembangan ayam KUB pedaging yang
memang diperuntukan stocking daging ayam, juga ada stok untuk telur-telur,
sehingga Toaha ke depannya akan dapat menjadi suplayer pada dua kebutuhan
sehari-hari Masyarakat tersebut.
(nurbaya/umar)