Toaha mulai bulan depan, April 2026, telah memastikan untuk memasok kebutuhan ayam potong ke sejumlah pasar-pasar tradisional dan dapur MBG di seputaran Kecamatan Pakue Kolaka Utara.
Optimis sang Kades Toaha Sunardi SH ini dikarenakan sistem
peternakan ayamnya, ayam KUB pedaging, sudah dapat dipanen April 2026 nantinya,
dan angka itu juga besar, bisa mencapai lebih seribuan ekor ayam pedaging
dengan umur sekitar 3 – 4 bulan.
Ia mengakui, bahwa dipilihnya ayam KUB pedaging ini sebagai
program Ketapang Toaha itu lantaran pangsa pasar yang sangat besar di
daerahnya, dimana kebutuhan ayam pedaging yang selama ini dikenal dengan ayam
ras, karena memang selain cara pemeliharannya yang cukup simple, tidak terlalu
rewel dan sistem perkandangannya cukup dilepas dalam area yang dikelolongi jaring,
yang tentu berbeda dengan ayam ras.
Kemudian, karena ayam KUB ini sebenrnya adalah ayam kampung
super, jadi sistem pemelirahaanya sama dengan ayam kampung. “Cuma yang harus
dijaga adalah pakannya, karena tidak boleh terlambat, sehingga ayam-ayam
tersebut tidak saling mematok,” ungkapnya.
Kalau pakan di kandang habis, maka yang dipatok itu adalah ayam
teman-temannya, dan itu kalua tidak sering dikontral bisa jadi mati. “Kadang
beberapa ekor itu harus diungsikan dari perkandangan, karena usai dipatok, luka-luka,
jadi dikeluarkan dulu dari kendang untuk diobati,” terangnya.
Bahkan lebih jauh sang Kades pun telah membuat rencana ke
depan, bila panen perdana ini telah selesai, maka pengadaan bibit ayam KUB pedaging
pun akan ditambah, apalagi memang luasan perkandangannya terhitung masih
longgar.
Sementara itu, Sunardi SH juga masih mengakui akan mengembangkan peternakan ayam petelur yang areal kandangnya masih cukup luas. “Karena modal BUMDes masih ada Rp200 juta, maka coba membuat kandang ayam petelur,” terangnya seraya mengakui bahwa modal BUMDes ini murni kegiatan usaha BUMDes di luar program Ketapang 20%.
Jadi sekalian, selain pengembangan ayam KUB pedaging yang
memang diperuntukan stocking daging ayam, juga ada stok untuk telur-telur,
sehingga Toaha ke depannya akan dapat menjadi suplayer pada dua kebutuhan
sehari-hari Masyarakat tersebut.
(nurbaya/umar)












