Selamat Datang di Literasi Pembangunan Desa Kolaka Utara

Budidaya Kepiting Bakau dari Natuna

Pengembangan Budidaya 
Kepiting Bakau dari Natuna

Operasional Desa untuk Publikasi

Permendesa No.16 tahun 2025 telah menegaskan pada salah satu pasalnya, yakni Pasal 10 dan Pasal 11, disebutkan bahwa penggunaan 3% juga diperuntukkan untuk publikasi. 

Apabila dana ini tidak dperuntukkan pada Pasal Bab IV, maka di tahun mendatang tidak dapat digunakan 3% itu untuk operasinal desa. 

 ðŸ‘‰ðŸ‘‰ðŸ‘‰  Permendesa No.16/2025

Progres eHDW Kolut Capai 62,63%


LASUSUA - (BUtara)
Hingga memasuki pekan pertama Triwulan Kedua (April - Juni 2026) tim KPM Kolaka Utara telah mencapai 62,63 persen dalam progres pendataan dalam imputan di aplikasi eHDW.

Capaian ini memang dipengaruh beberapa faktor, utamanya dari Kecamatan Katoi yang mencapai 84,02% sebagai urutan paling atas. Disusul Kec Tiwu dengan progres 80,87%. Hanya dua kecamatan ini memang progresnya paling kencang. 

Sementara kecamatan lain hanya berkisar diangka 60an persen, kecuali Kecamatan Pakue Tengah yang mencapai 71% lebih. Bahkan masih ada dua kecamatan berada di zona kuning, yakni pada progres 50an persen. 

Sedangkan Tolala masih 0%. Hal ini ternyata karena memang minimnya pendampingan disana oleh para pendamping desa. Karena kecamatan tersebut kosong pendamping desanya, sehingga fasilitasi, bimbingan, pendampingan, mediasi dan memobilisasi penuntasan pendataan memang tidak maksimal.

Dari analisa tabel ini menunjukkan bahwa setiap kecamatan memang kelihatan progresnya, baik bagi KPM yang sudah terlatih bertahun-tahun, maupun KPM yang baru bergabung tahun ini, namun memiliki kualitas kinerja yang baik.

"Kami memang tengah menganalisa progres dari kawan-kawan semua,dan itu mencirikan bahwa KPM yang memang secara serius bekerja tentu akan memperlihatkan hasil yang baik, apalagi memang selama ini Pemdesnya sangat mendukung," kata PIC eHDW Stunting Kab.Kolaka Utara / TAPM Kolut S.Darampa. 

Ia mengakui bahwa kapasitas KPM baik dalam melakukan pendataan mapun ketika bertindak sebagai unemerator hampir sejajar, karena memang interaksi diantara mereka, bahkan komunikasi KPM antar desa dan antar kecamatan berjalan dengan baik. "Ada interkasi sosial yang menarik dalam eHDW ini, dimana para KPM sudah saling akrab dan menyatu dalam mengembangkan sistem pendataan Konvergensi Stunting ini," kuncinya.(*)

BIODEVERSITY

KEMENDESA