Oleh : Hasyim
Desa Tinukari merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara Propinsi Sulawesi Tenggara, dimana Desa Tinukari ini adalah Desa Yang di api oleh pegunungan dan berada di bawa kaki gunung mekongga yaitu atap Sulawesi Tenggara. Mayoritas masyarakat pada umumnya adlah petani dan pekebun, maka dari itu di dengan Kegiatan Peningakatan Jalan Produksi Perkebuanan ini mempermudah akses petani pada umunya agar bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal dari tahun sebelumnya.
Menurut
Kepala Kepala Desa Tinukari, Hasrawati,ST, Pemerintah Desa
Tinukari mengatakan, melalui Musyawarah Desa Tahun
anggaran 2023
salah satu point dari beberapa usulan rencana kegiatan pembangunan desa yaitu
Pembangunan dan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian diputuskan melalui proses
musyawarah desa.
Pada
tahun anggaran 2023 tepatnya pada bulan Maret 2023 dimulailah proses
pembangunannya yang diawali dengan pembuatan Gambar dan Rencana anggaran Biaya
(RAB), Hal ini dilakukan untuk meemudahkan dalam proses pembangunan yang sesuai
dengan rencana tata letak dan biayanya.
“Kegiatan
Pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian. Adapun yang melaksanakan
kegiatan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian tersebut melalui
program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan pengawasan yang dilakukan oleh
Pemerintah Desa, BPD, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tinukari,” ungkapnya.
Lebih jauh sang kades, mengungkapkan bahwa output
dari pelaksanaan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian adalah sebuah
fasilitas Jalan Produksi yang siap digunakan untuk Mempermudah Akses masarakat
Menuju Lokasi Perkebunan dan Pertanian, Sehinga petani bisa Memperoleh hasil yang memuaskan dari tahun sebelumhya.
Dengan adanya peningkatan Aksesibilitas petani
kelahan pertanian dan pekebunan,dapat meningkatakan Produktivitas dan
pendapatan petani karena distribusi hasil yang lebih cepat, Memangkas Waktu
biaya dan transportasi hasil panen kepasar atau pengepul.
Penerima manfaat utama dari peningkatan
Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan ini adalah masyarakat
umum yang tinggal di Desa Tinukari yang
mendapatkan fasilitas untuk mempermudah Akses Petani menuju lahan perkebunan ,
kemudian selain akses untuk Petani Pada umumnya.
“Juga
merupakan akses jalur Evakuasi Para Pencita alam yang melakukan Pendakian di
Puncak Gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara(MEKONGGA) yang apabilah selama pendakian ada yang mengalami
kendala atau treble,” ungkapnya.
Pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan, mendorong aktivitas ekonomi, mempererat keberkasamaan warga, serta mempromosikan citra desa melalui potensi Perkebunan dan pariwisata.
Keterlibatan dan dukungan dalam pembangunan peningkatan
Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan berasal dari berbagai
pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Propinsi dan Daerah), dan Masyarakat (dukungan moral dan
partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan
memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
“Pengembangan
program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas petani kelahan
pertanian dan pekebunan meliputi: Memperluas Jenis Produk atau Komoditas yang
dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi
pasar,Meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan lahan,air,tan tenaga
kerja yang sudah ada,” kuncinya. (*)








0 Comments:
Posting Komentar