Selamat Datang di Literasi Pembangunan Desa Kolaka Utara

PMK No. 49 / 2025 Tentang Pinjaman KDPM

Kapus : " Kita Harus Berlayar Sambil Membangun Kapal"


SERAH TERIMA JABATAN di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDT yang langsung dipimpin oleh Kepala Badan BPSDM PMDDT Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg dilaksanakan Jumat, 31 Oktober 2025 di Gedung A Lt. 3 Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Dalam sambutannya Kepala BPSDM menyampaikan pesan bahwa pergantian jabatan mutasi, rotasi maupun promosi adalah hal yang harus disyukuri sebagai siklus untuk mencapai posisi yang terbaik bagi kehidupan karir para pegawai. Jangan terjebak dengan ungkapan Sawang Sinawang.. Mungkin apa yang didapat saat ini tidak sesuai dengan harapan  namun mungkin merupakan pijakan untuk mendapatkan posisi yang kelak lebih bagus.

“Semua tempat dan posisi jabatan memiliki problematika yang beragam oleh karena guna percepatan untuk mencapai tujuan kinerja yang menjadi program Kementerian Bapak Ibu yang dilantik untuk segera merapatkan barisan dan lari kencang. Berkarya jangan pernah menunggu  barisan rapi, kita bermain kano di arum jeram, banyak batu terjal yang harus dilalui sambil jalan.  Kita harus berlayar sambil membangun kapal.. jangan menunggu kapal selesai baru berlayar”.

Lebih lanjut Kepala BPSDM PMDDT juga berpesan untuk pejabat yang digantikan posisi jabatannya sedapat mungkin membuat catatan akhir sebagai dokumen yang dapat dijadikan pijakan  untuk penggantinya pejabat yang baru, kalau belum ada dokumen akhir jabatan yang dibuat dapat menceritakan pengalaman dan problematika kerja kepada pengganti yang baru.

Jabatan Kepala Pusat PPMD dalam kesempatan ini juga bagian dari acara prosesi serah terima jabatan. Dari pejabat lama Drs. Hasman Ma’ani, M.Si kepada Kombes Pol. Heri Lesmono, S.I.K.

Di sambutan perkenalan dengan para pegawai di lingkungan P3MD yang dalam hal ini termasuk jajaran Tenaga Pendamping Profesional Pusat (TPP) Kapus baru di sesi perkenalan menyampaikan cerita bahwa pengalaman memimpin anggota berjumlah banyak pernah menjadi tugas di institusi terdahulu, sama halnya dengan jumlah TPP yang berkisar 30.000  personal lebih tersebar di seluruh Indonesia.

Pemahaman tentang kepastian regulasi yang menjadi pijakan bekerja dalam pendampingan desa dan yang didampingi harus menjadi pemahaman bersama yang dapat menjamin para pihak tidak terjerat dalam masalah hukum sebagaimana yang banyak terjadi di desa-desa yang tersandera masalah Dana Desa. Kolaborasi dan memahami aturan bekerja harus dikedepankan untuk merealisasikan program yang dicanangkan Pimpinan dalam hal ini Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia untuk menjadikan Desa Maju Mandiri sesuai dengan Asta Cita ke Enam Membangun dari Desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. 31/10/2025

Baniir Tiwu ; 30 Rumah Rusak, 2 Dusun Terisolasi

Setelah dihantam hujan keras selama tiga malam berturut-turut, akhirnya hulu sungai pada gugusan Mattirobulu meluapkan airnya yg membuat banjir hingga ke hilir

Akibat banjir tersebut sesikit dua dusun, Dusun II dan Dusun III Desa Mattirobulu Kec.Tiwu Kab Kolaka Utara menderita dampak air bah.

“Sedikitnya 30 rumah yg ada di Dusun II, dan sebuah jembatan gantung rusak berat,” ungkap Kades Mattirobulu, Riski Handayani.

Praktis kata Kades Perempuan ini kedua dusun tersebut terisolasi, baik krn tidak adanya suplai bantuan yang masuk krn jembatan putis, maupun komunikasi juga macet karena lairan listeik mati total.

Bahkan perkembangan terakhir, meski air perlahan-lahan mulai surut, tapi longsor telah terjadi di Dusun  III, dan sampai saat ini belum diterima informasi lanjutan.

Riski juga sudah menghimbau ke seluruh warganya agar jangan beraktivitas di pinggir sungai, bahkan rumah-rumah yang ada di bantaran sungai dikosongkan saja.

“Kami sudah minta seluruh warga agar menjauhi bantaran sungai, baik krn ancaman banjir susulan, maupun karena longsor,” imbuhnya.

Selain itu, sang Kades juga telah menghadap ke Bupati Kolut untuk koordinasi penanggulangan, minimal untuk tanggap bencana dengan siaga 1.  (SDarampa)

Mangrove, Sistem Pertahanan Alam Ancam Daratan

 

Kolaka-TotoboDesa Totobo Kecamatan  Pomalaa merupakan salah satu desa pesisir yang berada di Kabupaten Kolaka yang memiliki beberapa potensi diantaranta Tambak Ikan BandengUdang dan Hutan mangrove serta persawahan

Dari beberapa potensi tersebut telah dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Untuk Potensi hutan mangrove yang terletak dipinggir jalan poros totobo belum terkelolah atau dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Desa, BUM Desa dan masyarakat setempat, sehingga menjadi tempat penumpukan sampah saat musim ombak terjadi.

Dalam rangka menjawab permasalah tersebut maka Pemerintah Desa melalui BUM Desa Totobo mencoba mengusulkan kegiatan pengelolaan hutan mangrove menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa melalui kegiatan Inovasi Desa

Kegiatan ini bermula saat kunjungan lapangan di Desa Totobo kami selaku TAPM Kabupaten melihat potensi desa yang ada salah satunya kawasan mangrove yang terletak di pinggir jalan poros desa belum termanfaatkan dengan baik. Selanjutnya kami mencoba berdiskusi dengan Pemerintah Desa terkait potensi tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan ekonomi yang ada dengan ide wisata mangrove dan kuliner. Dalam mengawal ide tersebut melalui Pendamping Lokal Desa mengawal kegiatan tersebut melalui proses penyusunan dokumen perencanaan desa dan mulai terdai pada tahun 2019 dengan anggran Rp.381.361.600 melalui Dana Desa

Tujuan dari pengelolaan hutan mangrove tersebut adalah dapat meningkatkan sumber PAD Desa, penurunan angka pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan mangrove serta dapat menjaga keindahan hutan mangrove dari bebrbagai sampah yang ada. (*)

LANGKAH-LANGKAH FASILITASI RPJMDES

Permendesa No.10 / 2025

Yandri Susanto, Menteri Terbaik 3 Hasil Survey Public

 


JAKARTA – SindoNews. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto masuk dalam jajaran tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025. Dalam survei yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9%, menempati posisi ketiga di bawah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 67,5% dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 67,3%.

Direktur Eksekutif SPIN Mawardin Sidik menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap program pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal yang dijalankan Yandri Susanto selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Yandri Susanto dinilai publik mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja konkret di lapangan, bukan sekadar wacana,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

SPIN mencatat, kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementerian Desa, seperti penguatan BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, program karya-karya produktif dan advokasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat desa menjadi faktor utama meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Yandri. (sumber berita : sindonews)

Hasil Survey : Publik Apresiasi Kinerja Mendes, Yandi Susanto Masuk Menteri Terbaik

 

JAKARTA – SindoNews. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto masuk dalam jajaran tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025. Dalam survei yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9%, menempati posisi ketiga di bawah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 67,5% dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 67,3%.

Direktur Eksekutif SPIN Mawardin Sidik menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap program pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal yang dijalankan Yandri Susanto selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Yandri Susanto dinilai publik mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja konkret di lapangan, bukan sekadar wacana,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

SPIN mencatat, kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementerian Desa, seperti penguatan BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, program karya-karya produktif dan advokasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat desa menjadi faktor utama meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Yandri. (sumber berita : sindonews)

PERMENDESA NO.10 / 2025

Sapoiha Serahkan BLT Tahap III

  Oleh : Annisa Fauziyyah Syahrir

Bantuan langsung tunai periode bulan juli , agustus , september telah disalurkan secara tunai kepada 10 KPM.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Sapoiha Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara pada hari Rabu , 17 september 2025 yang dimulai pada pukul 09.00 dan selesai pada puku 10.00 wita  .Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Watunohu , Kepala Desa Sapoiha Beserta perangkat desa ,Ketua BPD Beserta anggotanya , Pendamping desa dan Pendamping Lokal Desa.   

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini merupakan kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa Penetapan KPM BLT sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Penerima BLT di desa Sapoiha sebagian besar kategori Lansia yang sudah tidak bekerja .

Bantuan langsung Tunai yang diberikan sebanyak Rp. 300.000 perbulan sehingga total yang diterima 10 KPM dari  bulan juli - september tahun 2025 sebanyak Rp. 900.000.

Kegiatan penyaluran BLT berlangsung secara terbuka dan tertib , satu persatu nama penerima dipanggil langsung oleh Kaur keuangan desa sapoiha .

H.  Wisbahuddin selaku kepala Desa Sapoiha menegaskan agar BLT yang diterima dipergunakan sebaik - baiknya untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari - hari seperti membeli sembako dan kebutuhan lainnya , jangan sampai dipergunakan untuk kebutuhan yang tidak mendesak .

Pemerintah desa Sapoiha sangat berharap dengan pemberian BLT ini dapat mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat. (*)

Lawekara : Pusat Hortikultra yang Eksotis

 Oleh : Siti Rahman

Kebun hortikultura ini muncul dari kebutuhan warga Desa Lawekar khususnya warga di Dusun 4, akan Pangan Sehat, ekonomis, serta estetika dari tanaman Sayur, buah, obat-obatan, dan hiasan didukung potensi lahan yang ada di Dusun 4 serta nilai ekonominya yang tinggi, yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sarana meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Lawekara.

 Kepala Desa Lawekara , Andi Isti Hasriani, ST , bercerita bahwa pada tahun 2023 tepatnya pada Bulan Juni 2023 dimulailah proses Pembuatan Kebun Hortikultura diawali dengan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengerjaan yang sesuai dengan rencana tata letak tanaman dan biayanya.

 

Setelah itu dilanjutkan dengan pembersihan lahan dibulan yang sama hingga Juli, pemilihan bibit sayuran yang tepat, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan dibulan Juli hingga Sayuran berhasil dipanen di bulan Agustus. Adapun yang melaksanakan kebun Hortikultura ini Adalah Ibu-ibu Dasawisma Dusun 4 Desa Lawekara dengan Pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD Desa Lawekara

 

“Hasil utama kebun hortikultura meliputi produk Pangan untuk konsumsi (Buah, Sayur, Tanaman Obat) yang kaya vitamin mineral dan serat, serta produk estetika (Bunga, Tanaman Hias) untuk memenuhi kebutuhan Rohani dan lingkungan. Selain itu hasil yang diharapkan juga mencakup peningkatan ekonomi petani, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wisata berbasis pertanian,” ungkap Kades Perempuan ini.

 

yang diharapkan dari kebun hortikultura Adalah peningkatan penyediaan pangan sehat. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani khususnya untuk Ibu-ibu Dasawisma, pemberdayaan Masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui praktik berkelanjutan. Selain itu pengembangan Hortikultura juga diharapkan mampu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD).

 

Ia juga mengaku, kalau penerima manfa’at utama dari pembuatan kebun hortikultura ini mencakup Masyarakat umum yang tinggal di desa Lawekara yang mengonsumsi hasil Buah, dan Sayur bergizi. Kebun ini juga sangat bermanfa’at sebagai sumber bibit tanaman yang bisa dibagikan kepada Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting di Tingkat keluarga.

 

Kebun hortikultura berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui penciptaan pendapatan langsung bagi petani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi local melalui penjualan hasil, dan potensi untuk memasarkan hasil kebun keluar daerah sehingga bisa menambah devisa desa. Selain itu, kebun hortikultura juga mendukung ketahanan pangan local dan dapat menggerakkan sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya diwilayah desa.

 Keterlibatan dan dukungan dalam pembuatan kebun hortikultura berasal dari berbagai pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Provinsi, dan Daerah), Dinas Ketahanan Pangan, TP PKK (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Dasawisma (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Pihak Swasta (Sponsor), dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan kebun hortikultura yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan Desa.

 Pengembangan program dan jenis usaha dalam pembuatan kebun hortikultura meliputi : Penyedian fasilitas dan Infrastruktur, pengelolaan dan penjualan hasil panen serta mengikuti lomba ketahanan pangan tingkat kecamatan,” kuncinya. (*)

Lahabaru, Siap Produksi Ikan Nila Jumlah Besar

 Oleh : Annisa Fauziyyah Syahrir

Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan desa/kelurahan di tahun 2025.Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menetapkan bahwa setiap desa wajib mengalokasikan minimal 20% dari total Dana Desa  untuk program ketahanan pangan dan hewani.

Berdasarkan keputusan musyawarah Desa yang telah dilaksanakan, maka Badan Usaha milik desa ( Bumdes ) Sejahtera Mandiri desa Lahabaru Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara menyepakati  Budidaya ikan Nila “ sebagai kegiatan ketahanan pangan tahun 2025.

 Tepatnya pada hari selasa , 29 Juli 2025 telah dilaksanakan penebaran bibit ikan nila sebanyak 12000 ekor di tambak dengan luas kurang lebih 0,5 Ha..

Penebaran bibit ikan nila   dihadiri oleh Camat Kecamatan Watunohu , Kepala Desa beserta perangkat Desa Lahabaru , Bhabinkamtibmas , Babinsa , dan didampingi langsung oleh Tenaga Ahli dan Pendamping Desa P3MD .

BUM Desa Lahabaru memilih ikan nila karena merupakan komoditas yang relatif mudah dibudidayakan dan memiliki permintaan pasar yang stabil.

Menurut  Syahruddin, selaku  Kepala Desa Lahabaru, “ ikan nila sangat disukai oleh masyarakat setempat .  Penjualan ikan nila dipasaran sangat cepat habis sehingga budidaya ikan nila ini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai kegiatan ketahanan pangan.

Sebelumnya , telah dilakukan  langkah awal yaitu mengenali potensi unggulan desa. Setelah potensi diidentifikasi, BUMDes Lahabaru didampingi Pendamping Desa menyusun rencana usaha yang mencakup analisis kebutuhan modal, sarana, tenaga kerja, serta target pasar.

Untuk Desa Lahabaru, dana desa 20 persen sebesar Rp. 191.536.000 dengan rincian sewa tambak sebesar 75.000.000 dengan jangka waktu 5 tahun. Sehingga total dana desa untuk budidaya ikan nila sebanyak Rp. 130.425.000

Adapun Kelebihan dari dana desa 20 persen akan di peruntukan untuk kegiatan lain ketahanan pangan yang lain Yaitu usaha distributor beras.

Dengan kapasitas produksi yang cukup besar ini, diharapkan BUM Desa Lahabaru dapat memenuhi kebutuhan ikan nila di Desa  dan sekitarnya. Sangat besar harapan para pengurus Bumdes Lahabaru budidaya ikan nila ini bisa berhasil sehingga dapat mendukung tujuan Pemerintah  agar desa tidak hanya mengandalkan bantuan pangan, tetapi mampu memproduksi, mengelola, dan mengonsumsi hasil pangan dari lingkungannya sendiri. *

Apel Pagi, Wujud Kedisplinan Birokrasi

APEL PAGI di lingkungan BPSDM PMDDT aktifitas wajib  setiap hari Senen pagi kecuali ada halangan hujan atau kegiatan khusus kementerian, Apel Pagi  diikuti oleh pegawai dan staf di lingkungan BPSDM PMDDT yang di dalam hal ini termasuk TAPM Pusat diselenggarakan mulai pukul 07.45 WIBB hingga selesai di rooftop Gedung A Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Apel pagi hari Senen  13 Oktober 2025  dipimpin oleh Drs. Hasman Ma'ani, M.Si selaku Plt. Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal. 

Dalam arahannya sebagai pembina Apel Pagi Kepala Pusat menyampaikan pentingnya disiplin dalam formasi baris berbaris, memperhatikan aba-aba komando dan gerakan yang kompak serta solid. Baris berbaris membentuk sikap displin dan patuh arahan pemimpin barisan dan paham posisioning, yang jika diterapkan pada organisasi kerja terbentuknya hubungan kerja yang taat pada pimpinan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai pasukan atau team work sesuai job disk yang disandangnya.

Dalam arahannya Kepala Pusat juga mengingatkan bahwa setiap pegawai BPSDM PMDDT harus senantiasa siap dalam mendapatkan tugas dari pimpinan dan melaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

Pedoman pengabdian Kementerian Desa PDT yang tertuang di dalam 12 Rencana Aksi Kementerian Desa PDT 2025 menjadi pesan khusus Pembina Upacara untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh Pegawai dan Staf di lingkungan BPSDM PMDDT khususnya dan Kementerian Desa PDT secara luas.

Susunan Redaksi



 

Sapoiha Salurkan BLT Tahap III

 Oleh : Annisa Fauziyyah Syahrir


Pemerintah Desa Sapoiha kembali menunaikan kewajibannya terhadap warganya, telah disalirkan bantuan langsung tunai periode Juli – September 2025 kepada 10 kelompok penerima manfaat (KPM

Setiap KPM seperti biasanya selama ini masing-masing menerima Rp 300 ribu untuk perbulannya. Sehingga setiap KPM menerima Rp 900. Ribu selama tiga bulan berturut-turut. 

“Bantuan langsung Tunai yang diberikan sebanyak Rp. 300.000 perbulan sehingga total yang diterima 10 KPM dari  bulan juli - september tahun 2025 sebanyak Rp. 900.000, ungkap Kepala Desa Sapoiha, H. Wisbahuddin

Menurut Kades, kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Sapoiha Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara pada hari Rabu , 17 september 2025 yang dimulai pada pukul 09.00 dan selesai pada puku 10.00 wita  .Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Watunohu , Kepala Desa Sapoiha Beserta perangkat desa ,Ketua BPD Beserta anggotanya , Pendamping desa dan Pendamping Lokal Desa

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini merupakan kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa Penetapan KPM BLT sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Kades juga menjelaskan bahwa kreteria, penerima BLT di desa Sapoiha sebagian besar kategori Lansia yang sudah tidak bekerja .

Kegiatan penyaluran BLT berlangsung secara terbuka dan tertib , satu persatu nama penerima dipanggil langsung oleh Kaur keuangan desa sapoiha .

H.  Wisbahuddin menegaskan agar BLT yang diterima dipergunakan sebaik - baiknya untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari - hari seperti membeli sembako dan kebutuhan lainnya , jangan sampai dipergunakan untuk kebutuhan yang tidak mendesak .

Pemerintah desa Sapoiha sangat berharap dengan pemberian BLT ini dapat mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

Patowonua, Suplyer Telur Kolaka Utara

 Oleh : Adryan


Kepala Desa Patowonua, Nashar,S.Sos, menceritakan bahwa  merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh harian. Selama bertahun-tahun, warga Patowonua menghadapi tantangan yang cukup serius dalam hal ketahanan pangan, terutama terkait kebutuhan protein hewani. Harga telur ayam yang fluktuatif di pasaran serta ketersediaan yang tidak menentu membuat kebutuhan harian masyarakat sering kali tidak terpenuhi. Di sisi lain, masih banyak lahan pekarangan yang belum termanfaatkan secara optimal.

Pemerintah Desa Patowonua kemudian menyadari bahwa masalah ini tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga peluang ekonomi. Potensi besar masyarakat desa yang memiliki semangat gotong royong serta ketersediaan lahan dan sumber pakan alami menjadi modal berharga untuk membangun program ketahanan pangan berbasis ternak unggas, khususnya budidaya ayam petelur.

Tahun 2025, Anggaran Rp. 226.847.200, dimana sewa lahan Rp. 20.000.000, pembuatan Kandang Rp. 74.000.000, bibit ayam, pakan dan kebutuhan lainya Rp. 132.847.000,” ungkapnya.

Pada awal tahun 2024, melalui forum Musyawarah Desa (Musdes), muncul ide untuk mengembangkan Program Ketahanan Pangan Ayam Petelur. Ide ini berawal dari pengalaman kelompok ibu rumah tangga yang sebelumnya menjalankan usaha kecil olahan makanan, tetapi terkendala pasokan telur yang mahal.

Menurutnya, dalam musyawarah tersebut, Kepala Desa Patowonua bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta tokoh masyarakat sepakat bahwa sebagian Dana Desa tahun berjalan dialokasikan untuk sektor ketahanan pangan, khususnya melalui pengadaan ayam petelur. Program ini diberi nama 'Ketahanan Pangan Berbasis Ternak Ayam Petelur Patowonua', dengan tujuan utama: meningkatkan ketersediaan bahan pangan sumber protein hewani, menumbuhkan ekonomi produktif masyarakat, dan mendorong kemandirian pangan desa secara berkelanjutan.


Pelaksanaan program dimulai pada pertengahan tahun 2025. Dana Desa dialokasikan untuk beberapa komponen utama, antara lain pembangunan kandang ayam petelur berukuran 20x40 meter dengan kapasitas 1.000 ekor, pengadaan bibit ayam petelur sebanyak 1.000 ekor usia 16 minggu, penyediaan pakan, vitamin, dan peralatan pendukung, serta pelatihan teknis oleh penyuluh peternakan.

Pada tahap awal, kelompok menghadapi beberapa kendala teknis seperti penyesuaian lingkungan kandang dan penyakit ringan pada ayam. Namun, berkat pendampingan intensif dan semangat belajar para anggota, perlahan-lahan semua tantangan dapat diatasi. Kegiatan harian di kandang dilakukan secara bergilir oleh anggota kelompok, dimulai dari pagi untuk memberi pakan dan membersihkan kandang, dilanjutkan dengan pengambilan telur dua kali sehari.

Memasuki bulan ketiga, produksi telur mulai stabil. Rata-rata setiap hari kelompok mampu menghasilkan 300–350 butir telur, atau sekitar 9.000 butir per bulan. Hasil ini jauh melampaui perkiraan awal, sehingga desa memiliki stok telur yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Program ini memberikan dua manfaat sekaligus: pangan terpenuhi dan ekonomi tumbuh. Masyarakat Patowonua kini lebih mudah mendapatkan telur dengan harga terjangkau, sementara keuntungan penjualan digunakan untuk membeli pakan tambahan dan perawatan kandang. Dari keuntungan tersebut, kelompok mampu membentuk tabungan kelompok untuk pengembangan usaha ke depannya.

Selain berdampak ekonomi, program ayam petelur juga membawa perubahan sosial yang nyata. Hubungan antarwarga menjadi lebih akrab karena sering berinteraksi dalam kegiatan kelompok. Melalui semangat kebersamaan, warga desa kini lebih percaya diri untuk mengembangkan ide-ide baru di bidang ketahanan pangan.

Dari sisi lingkungan, limbah kotoran ayam yang semula dianggap masalah kini justru dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebun sayur desa, menciptakan siklus ekonomi sirkular sederhana.

Penerima manfaat utama Adalah Masyarakat Desa Patowonua Secara Umum Kolaka Utara Secara Khusus. Apalagi dapat membantu Program Makan Bergizi Gratis.

Keterlibat Dinas Kopersi Dan PMD Untuk Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Pengembangan program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas Usaha Memperluas Jenis Usaha yang dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi pasar,Meningkatkan hasil Telur dengan mengoptimalkan tenaga kerja yang sudah ada.(*)

Lawekara : Pusat Hortikulutra yang Eksotis

 Oleh : Siti Rahman

Kebun hortikultura ini muncul dari kebutuhan warga Desa Lawekar khususnya warga di Dusun 4, akan Pangan Sehat, ekonomis, serta estetika dari tanaman Sayur, buah, obat-obatan, dan hiasan didukung potensi lahan yang ada di Dusun 4 serta nilai ekonominya yang tinggi, yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sarana meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Lawekara.

Pada tahun 2023 tepatnya pada Bulan Juni 2023 dimulailah proses Pembuatan Kebun Hortikultura diawali dengan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengerjaan yang sesuai dengan rencana tata letak tanaman dan biayanya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembersihan lahan dibulan yang sama hingga Juli, pemilihan bibit sayuran yang tepat, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan dibulan Juli hingga Sayuran berhasil dipanen di bulan Agustus. Adapun yang melaksanakan kebun Hortikultura ini Adalah Ibu-ibu Dasawisma Dusun 4 Desa Lawekara dengan Pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD Desa Lawekara

 

hasil utama kebun hortikultura meliputi produk Pangan untuk konsumsi (Buah, Sayur, Tanaman Obat) yang kaya vitamin mineral dan serat, serta produk estetika (Bunga, Tanaman Hias) untuk memenuhi kebutuhan Rohani dan lingkungan. Selain itu hasil yang diharapkan juga mencakup peningkatan ekonomi petani, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wisata berbasis pertanian.

 

yang diharapkan dari kebun hortikultura Adalah peningkatan penyediaan pangan sehat. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani khususnya untuk Ibu-ibu Dasawisma, pemberdayaan Masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui praktik berkelanjutan. Selain itu pengembangan Hortikultura juga diharapkan mampu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD)

Penerima manfa’at utama dari pembuatan kebun hortikultura ini mencakup Masyarakat umum yang tinggal di desa Lawekara yang mengonsumsi hasil Buah, dan Sayur bergizi. Kebun ini juga sangat bermanfa’at sebagai sumber bibit tanaman yang bisa dibagikan kepada Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting di Tingkat keluarga.


Kebun hortikultura berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui penciptaan pendapatan langsung bagi petani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi local melalui penjualan hasil, dan potensi untuk memasarkan hasil kebun keluar daerah sehingga bisa menambah devisa desa. Selain itu, kebun hortikultura juga mendukung ketahanan pangan local dan dapat menggerakkan sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya diwilayah desa.

Keterlibatan dan dukungan dalam pembuatan kebun hortikultura berasal dari berbagai pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Provinsi, dan Daerah), Dinas Ketahanan Pangan, TP PKK (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Dasawisma (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Pihak Swasta (Sponsor), dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan kebun hortikultura yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan Desa.

 

Pengembangan program dan jenis usaha dalam pembuatan kebun hortikultura meliputi : Penyedian fasilitas dan Infrastruktur, pengelolaan dan penjualan hasil panen serta mengikuti lomba ketahanan pangan Tingkat kecamatan

Tinukari : Di Ujung Jalan Pusat Produk Itu Ada

 Oleh : Hasyim


Desa Tinukari merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara Propinsi Sulawesi Tenggara, dimana Desa Tinukari ini adalah Desa Yang di api oleh pegunungan dan berada di bawa kaki gunung mekongga yaitu atap Sulawesi Tenggara. Mayoritas masyarakat pada umumnya adlah petani dan pekebun, maka dari itu di dengan Kegiatan Peningakatan Jalan Produksi Perkebuanan ini mempermudah akses petani pada umunya agar bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal dari tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Kepala Desa Tinukari, Hasrawati,ST, Pemerintah Desa Tinukari mengatakan, melalui Musyawarah Desa Tahun anggaran 2023 salah satu point dari beberapa usulan rencana kegiatan pembangunan desa yaitu Pembangunan dan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian diputuskan melalui proses musyawarah desa.

Pada tahun anggaran 2023 tepatnya pada bulan Maret 2023 dimulailah proses pembangunannya yang diawali dengan pembuatan Gambar dan Rencana anggaran Biaya (RAB), Hal ini dilakukan untuk meemudahkan dalam proses pembangunan yang sesuai dengan rencana tata letak dan biayanya.

Kegiatan Pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian. Adapun yang melaksanakan kegiatan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian tersebut melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa, BPD, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tinukari,” ungkapnya.

Lebih jauh sang kades, mengungkapkan bahwa output dari pelaksanaan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian adalah sebuah fasilitas Jalan Produksi yang siap digunakan untuk Mempermudah Akses masarakat Menuju Lokasi Perkebunan dan Pertanian, Sehinga petani bisa Memperoleh hasil yang memuaskan dari tahun sebelumhya.

Dengan adanya peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan,dapat meningkatakan Produktivitas dan pendapatan petani karena distribusi hasil yang lebih cepat, Memangkas Waktu biaya dan transportasi hasil panen kepasar atau pengepul.

Penerima manfaat utama dari peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan ini adalah masyarakat umum  yang tinggal di Desa Tinukari yang mendapatkan fasilitas untuk mempermudah Akses Petani menuju lahan perkebunan , kemudian selain akses untuk Petani Pada umumnya.

Juga merupakan akses jalur Evakuasi Para Pencita alam yang melakukan Pendakian di Puncak Gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara(MEKONGGA) yang  apabilah selama pendakian ada yang mengalami kendala atau treble,” ungkapnya.


Pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan, mendorong aktivitas ekonomi, mempererat keberkasamaan warga, serta mempromosikan citra desa melalui potensi Perkebunan dan pariwisata.

Keterlibatan dan dukungan dalam pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan berasal dari berbagai pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Propinsi dan Daerah),  dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Pengembangan program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan meliputi: Memperluas Jenis Produk atau Komoditas yang dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi pasar,Meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan lahan,air,tan tenaga kerja yang sudah ada,” kuncinya. (*)

Sekda Kolut ; "TPP Nyalakan Terus Semangat Perubahan"

 Kolaka Utara, 7 Oktober 2025 — Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bakti Pendamping Desa yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2025.

Dalam pesannya, H. Muhammad Idrus mengajak seluruh pendamping desa di Indonesia, terukhusu bagi pendamping desa yang bertugas di Kolaka Utara, untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat kolaborasi, dan mewujudkan desa yang maju, mandiri, serta berkelanjutan.

Setiap langkah kecil di desa adalah pijakan besar bagi kemajuan bangsa. Momen Hari Bakti Pendamping Desa ini menjadi kesempatan untuk menghargai perjuangan para pendamping desa yang senantiasa hadir di tengah masyarakat — membangun harapan, menumbuhkan kemandirian, dan menyalakan api semangat perubahan dari desa, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi tanpa henti para pendamping desa yang telah bekerja dengan penuh ketulusan dalam mendampingi masyarakat menuju kesejahteraan.

Terima kasih atas kerja nyata dan ketulusan hati seluruh pendamping desa. Mari terus mengabdi tanpa pamrih, berbakti untuk negeri, tutup H. Muhammad Idrus.

Selamat Hari Bakti Pendamping Desa 7 Oktober 2025 — Mengabdi tanpa pamrih, berbakti untuk negeri. (andika*)

Rakor Bersama TPP P3MD - Dinas PMD

Oleh :SDarampa / TAPM P3MD Kolut

Berdasarkan dengan dukungan dari DPRD Kabupaten Kolaka Utara, maka atas kerjasama dengan TPP P3MD Kolaka Utara dengan Dinas PMD Kolaka Utara, untuk pertama kalinya digelar rapat koordinasi bersama yang menghadirkan seluruh kepala desa dan seluruh camat se-Kab. Kolaka Utara, Kamis (02/10/2025),

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Berlian Lasusua dibuka oleh Aissten II Bidang Ekonomi Setda Pemkab Kolut, dengan narasumber dari Kanit Intel Kejakaan Negeri Kolaka Utara, Korkab TPP P3MD Kolut, serta Kadis PMD Kolut. 

Dalam rakor yang dihadiri 127 kepala desa dan 15 camat ini, memuat beberapa hal diantaranya adalah pentingnya saling membangun trust dan komunikasi secararutin baik yang menyangkut dengan progres masing-masing instansi / pihak maupun hanya sekedar berbagi informasi. 

 Pihak Korkab P3MD juga melaporkan beberapa capaian penggunaan DD di Kolaka Utara selama satu semester ini, utamanya dalam pencairan DD dengan 100 persen cair tahap I, dan 106 yang cair tahap II hingga pekan pertama Oktober 2025. 

 Selain itu terlaporkan juga bahwa penyaluran BLT tahap I - III, relatif tidak ada masalah yang terjadi di desa-desa. Meski memang ada beberapa Pemdes yang terkesan sangat lamban dalam penyaluran BLT-DD, bahkan masih ada desa yang belum salur tahap I. 


Di lain hal juga dilaporkan perkembangan program ketahanan pangan, dimana masih ada pemdes yang belum melakukan transfer dana 20% Ketapang ke rekening BUMDes.Ini diingatkan oleh semua pihak.

 Sementara dari Kejari juga telah memperkenalkan aplikasi pengawasan penggunaan dana desa melalui Jaga Desa. Namun peserta Rakor ini mengakui bahwa masih banyak Pemdes yang baru mendengar ini, meski katanya pihak Kejari sudah melakukan sosialisasi tahun lalu. 

Kadis PMD Kolut engakui akan melakukan langkah-langkah percepatan dalam penggunaan DD jika dikemudian hari ditemukan kelambatan progres. 

"Kalau boleh sy minta data-data dari kawan-kawan TPP dan untuk kedepan selalu kita berkoordinasi demi kemajuan pembangunan Kolaka Utara," ungkapnya.  

 

 

 

 

 

Simbula, Desa Kaki Gunung Menapak Jalan Lereng

Oleh : Lanafidal Bahrun Qabla / PLD Kec.Katoi 

Desa Simbula adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara dan merupakan pemekaran dari desa Maruge pada tahun 2001. Desa ini terdiri dari 4 dusun, 2 dusun berada di daratan dan 2 dusun berada di pegunungan dengan jumlah penduduk sebanyak 957 jiwa dengan luas wilayah 8,67 Km2, dengan kandungan sumber daya

Luasnya wilayah pegunungan menandakan bahwa sumber daya alam sangat memadai untuk menopang perekonomian masyarakatnya, terbukti

370 Ha lahan perkebunan cengkeh, 35 Ha lahan perkebunan nilam dan 60 Ha lahan perkebunan kakao (sumber profile desa 2024) dan lain-lain. Hal tersebut menjadi dasar pemerintah desa sehingga program-program prioritas ditujukan untuk pembangunan infrastruktur jalan usaha tani.

Manfaat pembangunan rabat beton jalan usaha tani adalah memperlancar transportasi hasil pertanian sehingga petani dapat menjual hasil panen lebih mudah dan efisien. Selain itu, jalan ini meningkatkan aksesibilitas ke lahan pertanian, mempercepat distribusi produk, mempermudah akses ke fasilitas publik seperti pasar dan fasilitas kesehatan. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan petani, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan

Pembangunan  rabat  beton  jalan  usaha  tani
berdampak positif pada peningkatan aksesibilitas dan produktivitas pertanian, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian desa. Manfaat lainnya termasuk kelancaran distribusi hasil panen, penurunan biaya transportasi, peningkatan nilai jual produk, dan terciptanya kohesi sosial antarwarga melalui partisipasi dalam pembangunan.(*)

 


Halaman