Kapus : " Kita Harus Berlayar Sambil Membangun Kapal"
Dalam sambutannya Kepala BPSDM menyampaikan pesan bahwa pergantian jabatan mutasi, rotasi maupun promosi adalah hal yang harus disyukuri sebagai siklus untuk mencapai posisi yang terbaik bagi kehidupan karir para pegawai. Jangan terjebak dengan ungkapan Sawang Sinawang.. Mungkin apa yang didapat saat ini tidak sesuai dengan harapan namun mungkin merupakan pijakan untuk mendapatkan posisi yang kelak lebih bagus.
“Semua tempat dan posisi jabatan memiliki problematika yang beragam oleh karena guna percepatan untuk mencapai tujuan kinerja yang menjadi program Kementerian Bapak Ibu yang dilantik untuk segera merapatkan barisan dan lari kencang. Berkarya jangan pernah menunggu barisan rapi, kita bermain kano di arum jeram, banyak batu terjal yang harus dilalui sambil jalan. Kita harus berlayar sambil membangun kapal.. jangan menunggu kapal selesai baru berlayar”.
Lebih lanjut Kepala BPSDM PMDDT juga berpesan untuk pejabat yang digantikan posisi jabatannya sedapat mungkin membuat catatan akhir sebagai dokumen yang dapat dijadikan pijakan untuk penggantinya pejabat yang baru, kalau belum ada dokumen akhir jabatan yang dibuat dapat menceritakan pengalaman dan problematika kerja kepada pengganti yang baru.
Di sambutan perkenalan dengan para pegawai di lingkungan P3MD yang dalam hal ini termasuk jajaran Tenaga Pendamping Profesional Pusat (TPP) Kapus baru di sesi perkenalan menyampaikan cerita bahwa pengalaman memimpin anggota berjumlah banyak pernah menjadi tugas di institusi terdahulu, sama halnya dengan jumlah TPP yang berkisar 30.000 personal lebih tersebar di seluruh Indonesia.
Baniir Tiwu ; 30 Rumah Rusak, 2 Dusun Terisolasi
Akibat banjir tersebut sesikit dua dusun, Dusun II dan Dusun III Desa Mattirobulu Kec.Tiwu Kab Kolaka Utara menderita dampak air bah.
“Sedikitnya 30 rumah yg ada di Dusun II, dan sebuah jembatan gantung rusak berat,” ungkap Kades Mattirobulu, Riski Handayani.
Praktis kata Kades Perempuan ini kedua dusun tersebut terisolasi, baik krn tidak adanya suplai bantuan yang masuk krn jembatan putis, maupun komunikasi juga macet karena lairan listeik mati total.
Bahkan perkembangan terakhir, meski air perlahan-lahan mulai surut, tapi longsor telah terjadi di Dusun III, dan sampai saat ini belum diterima informasi lanjutan.
Riski juga sudah menghimbau ke seluruh warganya agar jangan beraktivitas di pinggir sungai, bahkan rumah-rumah yang ada di bantaran sungai dikosongkan saja.
“Kami sudah minta seluruh warga agar menjauhi bantaran sungai, baik krn ancaman banjir susulan, maupun karena longsor,” imbuhnya.
Selain itu, sang Kades juga telah menghadap ke Bupati Kolut untuk koordinasi penanggulangan, minimal untuk tanggap bencana dengan siaga 1. (SDarampa)
Mangrove, Sistem Pertahanan Alam Ancam Daratan
Kolaka-Totobo. Desa Totobo Kecamatan Pomalaa merupakan salah satu desa pesisir yang berada di Kabupaten Kolaka yang memiliki beberapa potensi diantaranta Tambak Ikan Bandeng, Udang dan Hutan mangrove serta persawahan
Dari beberapa potensi tersebut telah dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Untuk Potensi hutan mangrove yang terletak dipinggir jalan poros totobo belum terkelolah atau dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Desa, BUM Desa dan masyarakat setempat, sehingga menjadi tempat penumpukan sampah saat musim ombak terjadi.
Dalam rangka menjawab permasalah tersebut maka Pemerintah Desa melalui BUM Desa Totobo mencoba mengusulkan kegiatan pengelolaan hutan mangrove menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa melalui kegiatan Inovasi Desa
Kegiatan ini bermula saat kunjungan lapangan di Desa Totobo kami selaku TAPM Kabupaten melihat potensi desa yang ada salah satunya kawasan mangrove yang terletak di pinggir jalan poros desa belum termanfaatkan dengan baik. Selanjutnya kami mencoba berdiskusi dengan Pemerintah Desa terkait potensi tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan ekonomi yang ada dengan ide wisata mangrove dan kuliner. Dalam mengawal ide tersebut melalui Pendamping Lokal Desa mengawal kegiatan tersebut melalui proses penyusunan dokumen perencanaan desa dan mulai terdai pada tahun 2019 dengan anggran Rp.381.361.600 melalui Dana Desa
Tujuan dari pengelolaan hutan mangrove tersebut adalah dapat meningkatkan sumber PAD Desa, penurunan angka pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan mangrove serta dapat menjaga keindahan hutan mangrove dari bebrbagai sampah yang ada. (*)
Yandri Susanto, Menteri Terbaik 3 Hasil Survey Public
JAKARTA – SindoNews. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto masuk dalam jajaran tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional.
Hal itu berdasarkan hasil Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025. Dalam survei yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9%, menempati posisi ketiga di bawah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 67,5% dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 67,3%.
Direktur Eksekutif SPIN Mawardin Sidik menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap program pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal yang dijalankan Yandri Susanto selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Yandri Susanto dinilai publik mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja konkret di lapangan, bukan sekadar wacana,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
SPIN mencatat, kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementerian Desa, seperti penguatan BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, program karya-karya produktif dan advokasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat desa menjadi faktor utama meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Yandri. (sumber berita : sindonews)
Hasil Survey : Publik Apresiasi Kinerja Mendes, Yandi Susanto Masuk Menteri Terbaik
JAKARTA – SindoNews. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto masuk dalam jajaran tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional.
Hal itu berdasarkan hasil
Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025.
Dalam survei yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri
Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9%, menempati posisi ketiga
di bawah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 67,5% dan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 67,3%.
Direktur Eksekutif SPIN
Mawardin Sidik menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan apresiasi masyarakat
terhadap program pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal yang
dijalankan Yandri Susanto selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Yandri Susanto dinilai publik
mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi baru yang menyentuh
langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja konkret di lapangan, bukan
sekadar wacana,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
SPIN mencatat,
kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementerian Desa, seperti penguatan BUMDes,
digitalisasi ekonomi desa, program karya-karya produktif dan advokasi terhadap
masalah-masalah yang dihadapi masyarakat desa menjadi faktor utama meningkatnya
kepuasan publik terhadap kinerja Yandri. (sumber
berita : sindonews)
Sapoiha Serahkan BLT Tahap III
Oleh : Annisa Fauziyyah Syahrir
Bantuan langsung tunai periode bulan juli , agustus , september telah disalurkan secara tunai kepada 10 KPM.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Sapoiha Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara pada hari Rabu , 17 september 2025 yang dimulai pada pukul 09.00 dan selesai pada puku 10.00 wita .Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Watunohu , Kepala Desa Sapoiha Beserta perangkat desa ,Ketua BPD Beserta anggotanya , Pendamping desa dan Pendamping Lokal Desa.
Bantuan
Langsung Tunai Dana Desa ini merupakan kegiatan pemberian bantuan langsung
berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada Keluarga Penerima
Manfaat (KPM) yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa Penetapan KPM BLT
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Penerima BLT di desa Sapoiha sebagian besar kategori
Lansia yang sudah tidak bekerja .
Bantuan langsung Tunai yang diberikan sebanyak Rp.
300.000 perbulan sehingga total yang diterima 10 KPM dari bulan juli - september tahun 2025 sebanyak
Rp. 900.000.
Kegiatan penyaluran BLT berlangsung secara terbuka dan
tertib , satu persatu nama penerima dipanggil langsung oleh Kaur keuangan desa
sapoiha .
H. Wisbahuddin
selaku kepala Desa Sapoiha menegaskan agar BLT yang diterima dipergunakan
sebaik - baiknya untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari - hari seperti membeli
sembako dan kebutuhan lainnya , jangan sampai dipergunakan untuk kebutuhan yang
tidak mendesak .
Pemerintah desa Sapoiha sangat berharap dengan
pemberian BLT ini dapat mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat. (*)
Lawekara : Pusat Hortikultra yang Eksotis
Oleh : Siti Rahman
Kebun hortikultura ini muncul dari kebutuhan warga Desa Lawekar khususnya warga di Dusun 4, akan Pangan Sehat, ekonomis, serta estetika dari tanaman Sayur, buah, obat-obatan, dan hiasan didukung potensi lahan yang ada di Dusun 4 serta nilai ekonominya yang tinggi, yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sarana meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Lawekara.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembersihan lahan dibulan yang sama hingga Juli, pemilihan bibit sayuran yang tepat, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan dibulan Juli hingga Sayuran berhasil dipanen di bulan Agustus. Adapun yang melaksanakan kebun Hortikultura ini Adalah Ibu-ibu Dasawisma Dusun 4 Desa Lawekara dengan Pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD Desa Lawekara
“Hasil utama kebun hortikultura
meliputi produk Pangan untuk konsumsi (Buah, Sayur, Tanaman Obat) yang kaya
vitamin mineral dan serat, serta produk estetika (Bunga, Tanaman Hias) untuk
memenuhi kebutuhan Rohani dan lingkungan. Selain itu hasil yang diharapkan juga
mencakup peningkatan ekonomi petani, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan
wisata berbasis pertanian,” ungkap Kades
Perempuan ini.
yang
diharapkan dari kebun hortikultura Adalah peningkatan penyediaan pangan sehat.
Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani khususnya untuk Ibu-ibu
Dasawisma, pemberdayaan Masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui
praktik berkelanjutan. Selain itu pengembangan Hortikultura juga diharapkan
mampu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD).
Ia juga mengaku, kalau penerima
manfa’at utama dari pembuatan kebun hortikultura ini mencakup Masyarakat umum
yang tinggal di desa Lawekara yang mengonsumsi hasil Buah, dan Sayur bergizi.
Kebun ini juga sangat bermanfa’at sebagai sumber bibit tanaman yang bisa
dibagikan kepada Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting di Tingkat keluarga.
Kebun hortikultura berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui penciptaan pendapatan langsung bagi petani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi local melalui penjualan hasil, dan potensi untuk memasarkan hasil kebun keluar daerah sehingga bisa menambah devisa desa. Selain itu, kebun hortikultura juga mendukung ketahanan pangan local dan dapat menggerakkan sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya diwilayah desa.
Lahabaru, Siap Produksi Ikan Nila Jumlah Besar
Oleh : Annisa Fauziyyah Syahrir
Berdasarkan keputusan musyawarah Desa yang telah
dilaksanakan, maka Badan Usaha milik desa ( Bumdes ) Sejahtera Mandiri desa
Lahabaru Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara menyepakati “ Budidaya ikan Nila “ sebagai kegiatan
ketahanan pangan tahun 2025.
Penebaran bibit ikan nila dihadiri oleh Camat Kecamatan Watunohu , Kepala Desa beserta perangkat Desa Lahabaru , Bhabinkamtibmas , Babinsa , dan didampingi langsung oleh Tenaga Ahli dan Pendamping Desa P3MD .
BUM Desa Lahabaru memilih ikan nila karena merupakan
komoditas yang relatif mudah dibudidayakan dan memiliki permintaan pasar yang
stabil.
Menurut
Syahruddin, selaku Kepala Desa
Lahabaru, “ ikan nila sangat disukai oleh masyarakat setempat . Penjualan ikan nila dipasaran sangat cepat
habis sehingga budidaya ikan nila ini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai
kegiatan ketahanan pangan.
Sebelumnya , telah dilakukan langkah awal yaitu mengenali potensi unggulan
desa. Setelah potensi diidentifikasi, BUMDes Lahabaru didampingi Pendamping
Desa menyusun rencana usaha yang mencakup analisis kebutuhan modal, sarana,
tenaga kerja, serta target pasar.
Untuk Desa Lahabaru, dana desa 20 persen sebesar Rp.
191.536.000 dengan rincian sewa tambak sebesar 75.000.000 dengan jangka waktu 5
tahun. Sehingga total dana desa untuk budidaya ikan nila sebanyak Rp.
130.425.000
Adapun Kelebihan dari dana desa 20 persen akan di peruntukan
untuk kegiatan lain ketahanan pangan yang lain Yaitu usaha distributor beras.
Dengan kapasitas produksi yang cukup besar ini,
diharapkan BUM Desa Lahabaru dapat memenuhi kebutuhan ikan nila di Desa dan sekitarnya. Sangat besar harapan para
pengurus Bumdes Lahabaru budidaya ikan nila ini bisa berhasil sehingga dapat
mendukung tujuan Pemerintah agar desa
tidak hanya mengandalkan bantuan pangan, tetapi mampu memproduksi, mengelola,
dan mengonsumsi hasil pangan dari lingkungannya sendiri. *
Apel Pagi, Wujud Kedisplinan Birokrasi
Apel pagi hari Senen 13 Oktober 2025 dipimpin oleh Drs. Hasman Ma'ani, M.Si selaku Plt. Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal.
Dalam arahannya sebagai pembina Apel Pagi Kepala Pusat menyampaikan pentingnya disiplin dalam formasi baris berbaris, memperhatikan aba-aba komando dan gerakan yang kompak serta solid. Baris berbaris membentuk sikap displin dan patuh arahan pemimpin barisan dan paham posisioning, yang jika diterapkan pada organisasi kerja terbentuknya hubungan kerja yang taat pada pimpinan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai pasukan atau team work sesuai job disk yang disandangnya.
Dalam arahannya Kepala Pusat juga mengingatkan bahwa setiap pegawai BPSDM PMDDT harus senantiasa siap dalam mendapatkan tugas dari pimpinan dan melaksanakan dengan penuh tanggungjawab.
Pedoman pengabdian Kementerian Desa PDT yang tertuang di dalam 12 Rencana Aksi Kementerian Desa PDT 2025 menjadi pesan khusus Pembina Upacara untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh Pegawai dan Staf di lingkungan BPSDM PMDDT khususnya dan Kementerian Desa PDT secara luas.
Sapoiha Salurkan BLT Tahap III
Oleh : Annisa Fauziyyah Syahrir
Pemerintah Desa Sapoiha kembali menunaikan kewajibannya terhadap warganya, telah disalirkan bantuan langsung tunai periode Juli – September 2025 kepada 10 kelompok penerima manfaat (KPM.
Setiap KPM seperti biasanya selama ini masing-masing menerima Rp 300 ribu untuk perbulannya. Sehingga setiap KPM menerima Rp 900. Ribu selama tiga bulan berturut-turut.
“Bantuan langsung Tunai yang diberikan sebanyak Rp. 300.000 perbulan sehingga total yang diterima 10 KPM dari bulan juli - september tahun 2025 sebanyak Rp. 900.000, ungkap Kepala Desa Sapoiha, H. Wisbahuddin
Menurut Kades, kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Sapoiha Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara pada hari Rabu , 17 september 2025 yang dimulai pada pukul 09.00 dan selesai pada puku 10.00 wita .Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Watunohu , Kepala Desa Sapoiha Beserta perangkat desa ,Ketua BPD Beserta anggotanya , Pendamping desa dan Pendamping Lokal Desa.
Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini merupakan kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa Penetapan KPM BLT sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Kades juga menjelaskan bahwa kreteria, penerima BLT di desa Sapoiha sebagian besar kategori Lansia yang sudah tidak bekerja .
Kegiatan penyaluran BLT berlangsung secara terbuka dan tertib , satu persatu nama penerima dipanggil langsung oleh Kaur keuangan desa sapoiha .
H. Wisbahuddin menegaskan agar BLT yang diterima dipergunakan sebaik - baiknya untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari - hari seperti membeli sembako dan kebutuhan lainnya , jangan sampai dipergunakan untuk kebutuhan yang tidak mendesak .
Pemerintah desa Sapoiha sangat berharap dengan pemberian BLT ini dapat mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat.
Patowonua, Suplyer Telur Kolaka Utara
Oleh : Adryan
Kepala Desa Patowonua, Nashar,S.Sos, menceritakan bahwa merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh harian. Selama bertahun-tahun, warga Patowonua menghadapi tantangan yang cukup serius dalam hal ketahanan pangan, terutama terkait kebutuhan protein hewani. Harga telur ayam yang fluktuatif di pasaran serta ketersediaan yang tidak menentu membuat kebutuhan harian masyarakat sering kali tidak terpenuhi. Di sisi lain, masih banyak lahan pekarangan yang belum termanfaatkan secara optimal.
Pemerintah Desa Patowonua kemudian menyadari
bahwa masalah ini tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga peluang
ekonomi. Potensi besar masyarakat desa yang memiliki semangat gotong royong
serta ketersediaan lahan dan sumber pakan alami menjadi modal berharga untuk
membangun program ketahanan pangan berbasis ternak unggas, khususnya budidaya
ayam petelur.
“Tahun
2025, Anggaran Rp. 226.847.200, dimana sewa
lahan Rp. 20.000.000, pembuatan
Kandang Rp. 74.000.000, bibit ayam, pakan dan kebutuhan lainya Rp. 132.847.000,” ungkapnya.
Pada
awal tahun 2024, melalui forum Musyawarah Desa (Musdes), muncul ide untuk
mengembangkan Program Ketahanan Pangan Ayam Petelur. Ide ini berawal dari
pengalaman kelompok ibu rumah tangga yang sebelumnya menjalankan usaha kecil
olahan makanan, tetapi terkendala pasokan telur yang mahal.
Menurutnya, dalam musyawarah tersebut, Kepala Desa Patowonua bersama
Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta tokoh masyarakat
sepakat bahwa sebagian Dana Desa tahun berjalan dialokasikan untuk sektor
ketahanan pangan, khususnya melalui pengadaan ayam petelur. Program ini diberi
nama 'Ketahanan Pangan Berbasis Ternak Ayam Petelur Patowonua', dengan tujuan
utama: meningkatkan ketersediaan bahan pangan sumber protein hewani,
menumbuhkan ekonomi produktif masyarakat, dan mendorong kemandirian pangan desa
secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program dimulai pada pertengahan tahun 2025. Dana Desa dialokasikan untuk beberapa komponen utama, antara lain pembangunan kandang ayam petelur berukuran 20x40 meter dengan kapasitas 1.000 ekor, pengadaan bibit ayam petelur sebanyak 1.000 ekor usia 16 minggu, penyediaan pakan, vitamin, dan peralatan pendukung, serta pelatihan teknis oleh penyuluh peternakan.
Pada tahap awal, kelompok menghadapi beberapa kendala teknis seperti penyesuaian lingkungan kandang dan penyakit ringan pada ayam. Namun, berkat pendampingan intensif dan semangat belajar para anggota, perlahan-lahan semua tantangan dapat diatasi. Kegiatan harian di kandang dilakukan secara bergilir oleh anggota kelompok, dimulai dari pagi untuk memberi pakan dan membersihkan kandang, dilanjutkan dengan pengambilan telur dua kali sehari.
Memasuki
bulan ketiga, produksi telur mulai stabil. Rata-rata setiap hari kelompok mampu
menghasilkan 300–350 butir telur, atau sekitar 9.000 butir per bulan. Hasil ini
jauh melampaui perkiraan awal, sehingga desa memiliki stok telur yang cukup
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Program ini memberikan dua manfaat sekaligus: pangan terpenuhi dan ekonomi
tumbuh. Masyarakat Patowonua kini lebih mudah mendapatkan telur dengan harga
terjangkau, sementara keuntungan penjualan digunakan untuk membeli pakan
tambahan dan perawatan kandang. Dari keuntungan tersebut, kelompok mampu
membentuk tabungan kelompok untuk pengembangan usaha ke depannya.
Selain
berdampak ekonomi, program ayam petelur juga membawa perubahan sosial yang
nyata. Hubungan antarwarga menjadi lebih akrab karena sering berinteraksi dalam
kegiatan kelompok. Melalui semangat kebersamaan, warga desa kini lebih percaya
diri untuk mengembangkan ide-ide baru di bidang ketahanan pangan.
Dari sisi lingkungan, limbah kotoran ayam yang semula dianggap masalah kini
justru dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebun sayur desa, menciptakan
siklus ekonomi sirkular sederhana.
Penerima
manfaat utama Adalah Masyarakat Desa Patowonua Secara Umum Kolaka Utara Secara
Khusus. Apalagi dapat membantu Program Makan Bergizi Gratis.
Keterlibat
Dinas Kopersi Dan PMD Untuk Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan
pendanaan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
Pengembangan
program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas Usaha Memperluas Jenis Usaha
yang dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi
pasar,Meningkatkan hasil Telur dengan mengoptimalkan tenaga kerja yang sudah
ada.(*)
Lawekara : Pusat Hortikulutra yang Eksotis
Oleh : Siti Rahman
Kebun hortikultura ini muncul dari kebutuhan warga Desa Lawekar khususnya warga di Dusun 4, akan Pangan Sehat, ekonomis, serta estetika dari tanaman Sayur, buah, obat-obatan, dan hiasan didukung potensi lahan yang ada di Dusun 4 serta nilai ekonominya yang tinggi, yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sarana meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Lawekara.
Pada tahun 2023 tepatnya pada Bulan Juni 2023 dimulailah proses Pembuatan Kebun Hortikultura diawali dengan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengerjaan yang sesuai dengan rencana tata letak tanaman dan biayanya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembersihan lahan dibulan yang sama hingga Juli, pemilihan bibit sayuran yang tepat, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan dibulan Juli hingga Sayuran berhasil dipanen di bulan Agustus. Adapun yang melaksanakan kebun Hortikultura ini Adalah Ibu-ibu Dasawisma Dusun 4 Desa Lawekara dengan Pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD Desa Lawekara
hasil
utama kebun hortikultura meliputi produk Pangan untuk konsumsi (Buah, Sayur,
Tanaman Obat) yang kaya vitamin mineral dan serat, serta produk estetika
(Bunga, Tanaman Hias) untuk memenuhi kebutuhan Rohani dan lingkungan. Selain
itu hasil yang diharapkan juga mencakup peningkatan ekonomi petani, penciptaan
lapangan kerja, dan pengembangan wisata berbasis pertanian.
yang
diharapkan dari kebun hortikultura Adalah peningkatan penyediaan pangan sehat. Peningkatan
pendapatan dan kesejahteraan Petani khususnya untuk Ibu-ibu Dasawisma,
pemberdayaan Masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui praktik
berkelanjutan. Selain itu pengembangan Hortikultura juga diharapkan mampu
menjadi penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD)
Penerima
manfa’at utama dari pembuatan kebun hortikultura ini mencakup Masyarakat umum
yang tinggal di desa Lawekara yang mengonsumsi hasil Buah, dan Sayur bergizi.
Kebun ini juga sangat bermanfa’at sebagai sumber bibit tanaman yang bisa
dibagikan kepada Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting di Tingkat keluarga.
Kebun hortikultura berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui penciptaan pendapatan langsung bagi petani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi local melalui penjualan hasil, dan potensi untuk memasarkan hasil kebun keluar daerah sehingga bisa menambah devisa desa. Selain itu, kebun hortikultura juga mendukung ketahanan pangan local dan dapat menggerakkan sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya diwilayah desa.
Keterlibatan dan dukungan dalam pembuatan kebun hortikultura berasal dari berbagai pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Provinsi, dan Daerah), Dinas Ketahanan Pangan, TP PKK (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Dasawisma (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Pihak Swasta (Sponsor), dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan kebun hortikultura yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan Desa.
Pengembangan
program dan jenis usaha dalam pembuatan kebun hortikultura meliputi : Penyedian
fasilitas dan Infrastruktur, pengelolaan dan penjualan hasil panen serta mengikuti
lomba ketahanan pangan Tingkat kecamatan
Tinukari : Di Ujung Jalan Pusat Produk Itu Ada
Oleh : Hasyim
Desa Tinukari merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara Propinsi Sulawesi Tenggara, dimana Desa Tinukari ini adalah Desa Yang di api oleh pegunungan dan berada di bawa kaki gunung mekongga yaitu atap Sulawesi Tenggara. Mayoritas masyarakat pada umumnya adlah petani dan pekebun, maka dari itu di dengan Kegiatan Peningakatan Jalan Produksi Perkebuanan ini mempermudah akses petani pada umunya agar bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal dari tahun sebelumnya.
Menurut
Kepala Kepala Desa Tinukari, Hasrawati,ST, Pemerintah Desa
Tinukari mengatakan, melalui Musyawarah Desa Tahun
anggaran 2023
salah satu point dari beberapa usulan rencana kegiatan pembangunan desa yaitu
Pembangunan dan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian diputuskan melalui proses
musyawarah desa.
Pada
tahun anggaran 2023 tepatnya pada bulan Maret 2023 dimulailah proses
pembangunannya yang diawali dengan pembuatan Gambar dan Rencana anggaran Biaya
(RAB), Hal ini dilakukan untuk meemudahkan dalam proses pembangunan yang sesuai
dengan rencana tata letak dan biayanya.
“Kegiatan
Pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian. Adapun yang melaksanakan
kegiatan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian tersebut melalui
program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan pengawasan yang dilakukan oleh
Pemerintah Desa, BPD, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tinukari,” ungkapnya.
Lebih jauh sang kades, mengungkapkan bahwa output
dari pelaksanaan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian adalah sebuah
fasilitas Jalan Produksi yang siap digunakan untuk Mempermudah Akses masarakat
Menuju Lokasi Perkebunan dan Pertanian, Sehinga petani bisa Memperoleh hasil yang memuaskan dari tahun sebelumhya.
Dengan adanya peningkatan Aksesibilitas petani
kelahan pertanian dan pekebunan,dapat meningkatakan Produktivitas dan
pendapatan petani karena distribusi hasil yang lebih cepat, Memangkas Waktu
biaya dan transportasi hasil panen kepasar atau pengepul.
Penerima manfaat utama dari peningkatan
Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan ini adalah masyarakat
umum yang tinggal di Desa Tinukari yang
mendapatkan fasilitas untuk mempermudah Akses Petani menuju lahan perkebunan ,
kemudian selain akses untuk Petani Pada umumnya.
“Juga
merupakan akses jalur Evakuasi Para Pencita alam yang melakukan Pendakian di
Puncak Gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara(MEKONGGA) yang apabilah selama pendakian ada yang mengalami
kendala atau treble,” ungkapnya.
Pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan, mendorong aktivitas ekonomi, mempererat keberkasamaan warga, serta mempromosikan citra desa melalui potensi Perkebunan dan pariwisata.
Keterlibatan dan dukungan dalam pembangunan peningkatan
Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan berasal dari berbagai
pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Propinsi dan Daerah), dan Masyarakat (dukungan moral dan
partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan
memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
“Pengembangan
program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas petani kelahan
pertanian dan pekebunan meliputi: Memperluas Jenis Produk atau Komoditas yang
dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi
pasar,Meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan lahan,air,tan tenaga
kerja yang sudah ada,” kuncinya. (*)
Sekda Kolut ; "TPP Nyalakan Terus Semangat Perubahan"
Dalam pesannya, H. Muhammad Idrus mengajak seluruh pendamping desa di Indonesia, terukhusu bagi pendamping desa yang bertugas di Kolaka Utara, untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat kolaborasi, dan mewujudkan desa yang maju, mandiri, serta berkelanjutan.
Setiap langkah kecil di desa adalah pijakan besar bagi kemajuan bangsa. Momen Hari Bakti Pendamping Desa ini menjadi kesempatan untuk menghargai perjuangan para pendamping desa yang senantiasa hadir di tengah masyarakat — membangun harapan, menumbuhkan kemandirian, dan menyalakan api semangat perubahan dari desa, ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi tanpa henti para pendamping desa yang telah bekerja dengan penuh ketulusan dalam mendampingi masyarakat menuju kesejahteraan.
Terima kasih atas kerja nyata dan ketulusan hati seluruh pendamping desa. Mari terus mengabdi tanpa pamrih, berbakti untuk negeri, tutup H. Muhammad Idrus.
Selamat Hari Bakti Pendamping Desa 7 Oktober 2025 — Mengabdi tanpa pamrih, berbakti untuk negeri. (andika*)
Rakor Bersama TPP P3MD - Dinas PMD
Oleh :SDarampa / TAPM P3MD Kolut
Berdasarkan dengan dukungan dari DPRD Kabupaten Kolaka Utara, maka atas kerjasama dengan TPP P3MD Kolaka Utara dengan Dinas PMD Kolaka Utara, untuk pertama kalinya digelar rapat koordinasi bersama yang menghadirkan seluruh kepala desa dan seluruh camat se-Kab. Kolaka Utara, Kamis (02/10/2025),Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Berlian Lasusua dibuka oleh Aissten II Bidang Ekonomi Setda Pemkab Kolut, dengan narasumber dari Kanit Intel Kejakaan Negeri Kolaka Utara, Korkab TPP P3MD Kolut, serta Kadis PMD Kolut.
Dalam rakor yang dihadiri 127 kepala desa dan 15 camat ini, memuat beberapa hal diantaranya adalah pentingnya saling membangun trust dan komunikasi secararutin baik yang menyangkut dengan progres masing-masing instansi / pihak maupun hanya sekedar berbagi informasi.
Pihak Korkab P3MD juga melaporkan beberapa capaian penggunaan DD di Kolaka Utara selama satu semester ini, utamanya dalam pencairan DD dengan 100 persen cair tahap I, dan 106 yang cair tahap II hingga pekan pertama Oktober 2025.
Selain itu terlaporkan juga bahwa penyaluran BLT tahap I - III, relatif tidak ada masalah yang terjadi di desa-desa. Meski memang ada beberapa Pemdes yang terkesan sangat lamban dalam penyaluran BLT-DD, bahkan masih ada desa yang belum salur tahap I.
Di lain hal juga dilaporkan perkembangan program ketahanan pangan, dimana masih ada pemdes yang belum melakukan transfer dana 20% Ketapang ke rekening BUMDes.Ini diingatkan oleh semua pihak.
Sementara dari Kejari juga telah memperkenalkan aplikasi pengawasan penggunaan dana desa melalui Jaga Desa. Namun peserta Rakor ini mengakui bahwa masih banyak Pemdes yang baru mendengar ini, meski katanya pihak Kejari sudah melakukan sosialisasi tahun lalu.
Kadis PMD Kolut engakui akan melakukan langkah-langkah percepatan dalam penggunaan DD jika dikemudian hari ditemukan kelambatan progres.
"Kalau boleh sy minta data-data dari kawan-kawan TPP dan untuk kedepan selalu kita berkoordinasi demi kemajuan pembangunan Kolaka Utara," ungkapnya.
Simbula, Desa Kaki Gunung Menapak Jalan Lereng
Oleh : Lanafidal Bahrun Qabla / PLD Kec.Katoi
Desa Simbula adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara dan merupakan pemekaran dari desa Maruge pada tahun 2001. Desa ini terdiri dari 4 dusun, 2 dusun berada di daratan dan 2 dusun berada di pegunungan dengan jumlah penduduk sebanyak 957 jiwa dengan luas wilayah 8,67 Km2, dengan kandungan sumber daya
Luasnya wilayah pegunungan menandakan bahwa sumber daya alam sangat memadai untuk menopang perekonomian masyarakatnya, terbukti
370 Ha lahan perkebunan cengkeh, 35 Ha lahan perkebunan nilam dan 60 Ha lahan perkebunan kakao (sumber profile desa 2024) dan lain-lain. Hal tersebut menjadi dasar pemerintah desa sehingga program-program prioritas ditujukan untuk pembangunan infrastruktur jalan usaha tani.
Pembangunan rabat beton jalan usaha tani
berdampak positif pada peningkatan aksesibilitas dan produktivitas pertanian, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian desa. Manfaat lainnya termasuk kelancaran distribusi hasil panen, penurunan biaya transportasi, peningkatan nilai jual produk, dan terciptanya kohesi sosial antarwarga melalui partisipasi dalam pembangunan.(*)


















.jpg)
.jpg)












