Selamat Datang di Literasi Pembangunan Desa Kolaka Utara

Samsir ST.,MSi. "Kami Fasilitasi agar Desa Parutellang Teraliri Listrik Secepatnya"

Kolaka Utara, DestinasiNews.id – Harapan masyarakat Desa Paruttellang, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, untuk menikmati akses listrik semakin terbuka. Desa tersebut merupakan salah satu wilayah di Kolaka Utara yang hingga kini belum teraliri jaringan listrik.

Sebagai langkah awal persiapan program Listrik Desa, tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung ke Desa Paruttellang untuk melakukan pendataan dan survei kondisi di lapangan, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan tersebut didampingi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka Utara Samsir, ST., M.Si., yang juga merupakan Ketua Fraksi PKB, bersama Kepala Desa Paruttellang, Pendamping Desa Kecamatan Ngapa, serta jajaran ULP PLN Kolaka Utara.

Tim yang melakukan survei terdiri dari tiga orang, yakni dua orang dari ESDM dan satu orang dari tingkat provinsi.

Kunjungan dilakukan dalam rangka pengambilan titik koordinat serta pendataan jumlah rumah penduduk, termasuk fasilitas umum yang nantinya menjadi bagian dari data pendukung dalam persiapan pembangunan jaringan listrik desa.

Desa Paruttellang memiliki delapan dusun. Namun, dalam kunjungan kali ini tim baru dapat menjangkau enam dusun, yakni Dusun I sampai dengan Dusun VI. Sementara Dusun VII dan VIII belum sempat dikunjungi karena akses menuju lokasi yang cukup sulit bagi kendaraan roda empat, ditambah waktu yang sudah mendekati magrib.

Meski demikian, kegiatan pendataan dan pengambilan titik koordinat tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Paruttellang dan masyarakat. Warga menyambut gembira kedatangan tim karena listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang telah lama dinantikan.

Menurut DestinasiNews,ID bahwa Ketua Komisi III DPRD Kolaka Utara yang juga Ketua Fraksi PKB, Samsir, ST., M.Si., menyampaikan bahwa survei tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Paruttellang dapat terdata secara langsung.

“Ini merupakan langkah awal yang sangat penting. Tim turun langsung melihat kondisi lapangan, mengambil titik koordinat dan mendata jumlah rumah serta fasilitas umum. Kita berharap data ini menjadi dasar untuk proses selanjutnya dalam mewujudkan listrik desa di Paruttellang,” ujar Samsir.

Ia juga berharap pendataan tidak berhenti pada enam dusun yang telah dikunjungi, tetapi seluruh wilayah Desa Paruttellang dapat terakomodasi dalam program tersebut.

“Mudah-mudahan Dusun VII dan VIII juga dapat segera dilakukan pendataan, sehingga seluruh masyarakat Desa Paruttellang bisa mendapatkan akses listrik secara menyeluruh,” tambahnya.

Pemerintah Desa Paruttellang bersama masyarakat menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim Kementerian ESDM, PLN, DPRD Kolaka Utara, serta pendamping desa. Masyarakat berharap kunjungan tersebut menjadi awal terealisasinya jaringan listrik di Desa Paruttellang.

Dengan adanya listrik, masyarakat berharap berbagai aktivitas dapat berkembang, termasuk pendidikan, kegiatan ekonomi, pelayanan masyarakat, fasilitas umum, serta kehidupan sosial di desa. (sumber : destinasinews.id)

Mendes Yandri Minta Pendamping Desa Jadi Agen Perlindungan Sosial

Jakarta - detikcom - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan bahwa Kemendes PDT siap mendukung penuh dan menyukseskan program perlindungan sosial (Perlinsos) untuk masyarakat.

Untuk itu, Kemendes PDT akan melibatkan 25.380 pendamping desa yang tersebar di 37 Provinsi ini untuk menjadi agen Perlinsos yang diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mendaftar atau memperbaiki data bantuan sosial.


Kemendes PDT akan berperan sebagai penyedia data pendukung untuk memperkuat penargetan, desain intervensi dan efektivitas program pengentasan kemiskinan berbasis desa.


"Jadi kami memang punya pendamping desa, yang aktif sekarang hampir 26 ribu tersebar di seluruh Indonesia. Fungsinya memang sangat relevan dengan yang kita bahas hari ini," ungkap Yandri dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Hal tersebut ia katakan saat menghadiri rapat tingkat Menteri dalam rangka perluasan Perlinsos dan rencana implementasi pada tahun 2027 di gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9).

Lebih lanjut, Yandri mengatakan setidaknya ada enam tugas dan peran strategis Pendamping Desa dalam mendukung Perlinsos seperti halnya fasilitasi identifikasi masyarakat rentan, penguatan akurasi data sosial, edukasi dan sosialisasi program Perlinsos, fasilitasi akses layanan Perlindungan sosial, penguatan pengawasan partisipatif dan penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Perluasan Perlinsos menjadi prioritas nasional untuk menurunkan kemiskinan dan kerentanan masyarakat secara lebih cepat dan tepat sasaran. Ketersediaan data yang akurat dan mutakhir akan menjadi krusial agar program Perlinsos tepat sasaran, inklusif dan berkelanjutan.

"Intinya kami siap bergerak dan kami akan segera melakukan hal-hal teknis. Kita dukung penuh, kami akan bergerak cepat untuk perluasan Perlinsos," ujar mantan Wakil Ketua MPR RI ini.


Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa perluasan Perlinsos dilakukan sebagai upaya untuk memberikan rasa keadilan dan kebersamaan untuk masyarakat di Indonesia.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak di Kementerian/Lembaga beserta TNI dan Polri untuk bersatu padu dalam menyukseskan perluasan Perlinsos ini. Semua pihak diharapkan menjadi agen perluasan Perlinsos yang akan terus melakukan pendataan hingga akhir tahun 2026, sehingga pada 2027, bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bisa tepat sasaran.

"Semua Kementerian/Lembaga, TNI, Polri harus bersatu padu. Ini akan menimbulkan rasa keadilan dan kebersamaan di Republik ini. Kita singkirkan perbedaan-perbedaan, kita konsentrasi untuk ini (Perlinsos). Karena ini merupakan basis dari pemerintah Presiden Prabowo, sukses besar dari pemerintah ini kalau ini bisa kita laksanakan," ujar Luhut.

Sebagai informasi, turut hadir dalam rapat tingkat Menteri ini yaitu Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar serta kepala lembaga terkait.

Lebih lanjut, turut hadir mendampingi Yandri dalam kegiatan ini yaitu Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nugroho Setijo Nagoro dan Dirjen Pengembangan Investasi dan Ekonomi Desa Tabrani.(detikcom)


SKB 3 Kementerian untuk Perempuan dan Perlindungan Anak

 Jakarta - Detik.com. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifatul Choiri Fauzi menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk Perempuan dan Perlindungan Anak di gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, hari ini.

RBI merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berdasarkan kearifan lokal secara holistik, integratif, dan berkelanjutan di desa dan kelurahan. Setidaknya ada tiga hal yang akan dilakukan dalam ruang kolaborasi ini, yakni; penerapan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan yang responsif gender dan berbasis hak anak, penerapan program pemberdayaan perempuan di desa dan kelurahan, serta pelaksanaan upaya perlindungan perempuan dan anak di desa dan kelurahan.

Dalam sambutannya, Yandri mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik SKB tiga menteri ini dalam rangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak terutama di tingkat desa. Lebih lanjut, ia mengatakan dalam pelaksanaan RBI ini akan tetap memperhatikan kearifan lokal, karena jumlah desa saat ini sebanyak 75.266 dengan berbagai potensi yang ada.

"Jadi dalam hal nanti pelaksanaannya kita memperhatikan kearifan lokal sehingga nanti dinamika di desa itu tetap akan kita kedepankan potensi desa masing-masing. Maka tadi kami sudah sampaikan beberapa hal yang sudah kami lakukan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," ujar Yandri dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

"Ini penting, dari sekian program Kementerian Desa, sangat cocok dengan SKB ini. Kami ada program transformasi ekonomi kampung terpadu (TEKAD), itu kebanyakan ibu-ibu atau emak-emak yang kami libatkan dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga dan pemberdayaan perempuan," sambung mantan Wakil Ketua MPR RI ini..

Oleh karena itu, ia menekankan di desa-desa sekarang perempuan tidak hanya dijadikan sebagai objek pembangunan, tapi perempuan harus menjadi sebagai subjek, sebagai pelaku utama pembangunan, termasuk perlindungan anak.

Apalagi saat ini persoalan sosial di desa-desa semakin banyak, seperti kenakalan remaja, peredaran narkoba, judi online dan lain sebagainya, maka peran perempuan sangat krusial dalam menekan persoalan sosial tersebut.

Di sisi lain, Kemendes PDT juga terus menekan persoalan sosial tersebut dengan program desa bebas narkoba hingga program pemuda-pemudi pelopor desa.

"Intinya semuanya kami akan lakukan untuk memastikan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu benar-benar dari lokal Desa. Nah kalau semua desa sudah melakukan itu maka sejatinya kita melakukan pemberdayaan perempuan Indonesia dan melakukan perlindungan anak-anak Indonesia," ungkap Yandri.

Sebagai informasi, setelah penandatanganan SKB, pada kesempatan tersebut juga dilakukan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 dengan pokok pembahasan verifikasi dan validasi terkait dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Turut hadir mendampingi Yandri dalam kegiatan ini yakni Wamendes PDT Ariza Patria, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid dan Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik. (detik.com)

Kemendes - Kopassus Dorong Percepatan Ekonomi Desa

Jakarta -  Detik.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menerima kunjungan Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi. Pertemuan tersebut membahas rancangan program kolaborasi karya bakti.

Letjen Djon mengatakan dia bersama Mendes Yandri membahas soal kerja sama untuk membangun percepatan ekonomi di desa yang merupakan salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Ini kebetulan kami datang ke sini awalnya adalah kita mencoba sama-sama, khususnya dari Panglima TNI kemudian Kepala Staf Angkatan Darat, untuk mencoba mensukseskan program dari Asta Cita Bapak Presiden yang keenam, ya, yaitu membangun dari desa, membangun dari bawah untuk percepatan ekonomi," ujar Djon, Kamis (10/9/2026

Baca artikel detiknews, "Kemendes-Kopassus Dorong Percepatan Ekonomi Desa, Bengkulu Sasaran Pertama" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8656761/kemendes-kopassus-dorong-percepatan-ekonomi-desa-bengkulu-sasaran-pertama. (detik.com/detik/

Kemendes PDT dan Komisi V DPR RI Bahas Arah Kebijakan dan Anggaran Tahun 2027

 Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menghadiri rapat kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Rapat kerja tersebut membahas evaluasi dan penyesuaian anggaran Tahun Anggaran 2026 dan penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L) 2027. Forum ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah dan DPR RI untuk mengevaluasi capaian sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan pembangunan desa ke depan.

Di antaranya adalah Kick Off Festival Duta Desa Gen Z 2026 yang telah resmi dibuka untuk mendorong partisipasi, kreativitas, dan peran generasi muda dalam mempromosikan potensi serta pembangunan desa. Selain itu juga program Kabar dari Desa kolaborasi Kemendes PDT dengan TV One serta pengiriman tenaga kerja ke Jepang. Beberapa hal ini menjadi upaya untuk memastikan pembangunan desa melibatkan seluruh pihak serta memiliki jangkauan yang luas.

“Ini cara kami membangun desa melibatkan anak muda membangun desa. Intinya kami mencoba bagaimana desa berdaya baik dari pemberitaan maupun isu yang lain,” tegas Mendes Yandri dalam rapat tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Mendes juga menyampaikan top up anggaran Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp51,767 miliar, yang telah memperoleh persetujuan (No Objection Letter/NOL) dari IFAD pada 20 Juli 2026. Tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk memenuhi target outreach dan output program, menindaklanjuti rekomendasi hasil Supervisi Mission Internasional Fund for Agricultural Development (IFAD), serta mendukung penyelesaian dan pengakhiran Program TEKAD secara optimal. Usulan top up ini juga telah dibahas dan disepakati melalui Trilateral Meeting bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan pada 28 dan 31 Agustus 2026, sehingga pagu TEKAD Tahun 2026 menjadi Rp248,029 miliar dari sebelumnya Rp196,261 miliar.

Sementara itu, terkait kebutuhan anggaran Tahun 2027, Kemendes PDT masih menghadapi kesenjangan antara pagu yang tersedia dengan kebutuhan pelaksanaan program. Dari pagu sebesar Rp1,785 triliun, kebutuhan anggaran mencapai Rp5,514 triliun, sehingga terdapat backlog sebesar Rp3,728 triliun.

Kondisi tersebut mendorong Kemendes PDT mengusulkan tambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan program prioritas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta percepatan pembangunan daerah tertinggal pada Tahun Anggaran 2027 yang direspons positif Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.

“Mudah-mudahan APBN Kemendes 2027 mudah-mudahan bertambah. Kami mendukung sepenuhnya seluruh mitra kerja Komisi V termasuk Kemendes. Harus kita sadari skenario pembangunan sekarang juga ada tantangan di mana APBDes mengalami penurunan di mana dalam kewenangan desa untuk mengelolanya. Mudah-mudahan melalui forum terhormat ini mudah-mudahan pemerintah mendengar harapan kita semua,” ujarnya.

Terkait hal ini, komunikasi telah dilakukan Mendes Yandri dengan sejumlah pejabat terkait di antaranya Pimpinan DPR RI, Badan Anggaran (Banggar), dan Menteri Sekretaris Negara untuk penyesuaian pagu tersebut. Kendati demikian hal ini masih dalam pembahasan dan menunggu keputusan Menteri Keuangan.

Generasi Z Gelar Festival Desa

 

Jakarta, mercuswara.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggagas program bertajuk Festival Duta Desa Gen Z sebagai bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam pembangunan desa di berbagai daerah. Program ini digagas dengan menggandeng publik figur Mandala Shoji, sejalan dengan semangat besar "Bangun Desa Bangun Indonesia" yang terus digaungkan Kemendes PDT.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi dan buka bersama dengan jurnalis di kediamannya, Senin (16/3/2026). Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pengembangan Inovasi (BPI) Mulyadin Malik, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustomi Masik, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Nugroho Setijo Nagoro, serta sejumlah staf khusus kementerian.

Yandri menjelaskan, Festival Duta Desa Gen Z ditujukan agar Generasi Z dapat terlibat langsung dalam mengembangkan potensi ekonomi dan pembangunan desa di berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci penting untuk memaksimalkan potensi desa, mulai dari sektor desa wisata, desa ekspor, hingga sektor unggulan lainnya.

"Gen Z ini akan terlibat langsung untuk memaksimalkan potensi desa, seperti desa wisata, desa ekspor, dan lain sebagainya," kata Yandri.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar gimik semata, melainkan benar-benar diarahkan untuk menggali potensi desa sekaligus mendorong kreativitas Generasi Z dalam merancang gagasan pembangunan. Kemendes PDT bahkan berkomitmen memberikan pendampingan tidak hanya kepada para pemenang, tetapi juga kepada peserta yang belum terpilih, agar setiap gagasan tetap memiliki peluang untuk direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

"Sehingga setiap ide baik tetap memiliki kesempatan untuk diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa," ungkap Yandri.

Sementara itu, Mandala Shoji yang turut menggagas program ini menjelaskan bahwa Festival Duta Desa Gen Z merupakan ajang pemilihan anak muda Generasi Z yang memiliki kreativitas untuk memajukan desanya masing-masing. Ia mengungkapkan, festival ini rencananya akan digelar setelah Lebaran 2026, dengan turut menggandeng kalangan selebritas, influencer, serta tokoh masyarakat desa yang sudah lebih dulu berkontribusi nyata bagi kemajuan desanya.

"Pada 2026 ini Festival Duta Desa Gen Z akan kita selenggarakan setelah Lebaran. Kita juga akan menggandeng selebritas dan influencer, serta masyarakat desa yang sudah berkontribusi untuk desanya, kita ajak bersinergi untuk menjadi contoh," kata Mandala.

Program ini turut sejalan dengan rangkaian Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang secara rutin digelar Kemendes PDT dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional, mencakup beragam kategori lomba seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Inspiratif, Desa Digital, Desa Ekspor, hingga Festival Film dan YouTuber Desa. Melalui sinergi berbagai program tersebut, Kemendes PDT berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi anak muda demi mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (mercusuar)

Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia

 

AKARTA, Bertempat di Oproom Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Kamis 11 Juni 2026 diselenggarakan acara Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia oleh Menteri Desa H. Yandri Susanto, SPt. MPd.,  di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia

Para pemuda pemudi ini adalah peserta terpilih untuk magang ke Jepang. Sebelum berangkat para calon peserta dibekali pendidikan bahasa, keterampilan dari  LPK dan pendidikan nasionalisme kesamaptaan. Hal ini dimaksudkan untuk membekali para peserta untuk mampu beradabtasi dengan tempat kerja baru, negara yang jauh dari negara asal dan kelak bila telah selesai magang kembali ke Indonesia dengan membawa bekal keterampilan dan pengetahuan yang dapat dikembangkan di desa-desa negaranya. 

Kepala BPSDM PMDDT Dr. Agustomi Masik, M.Dev, Plg menyampaikan laporan bahwa kegiatan ini  dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya, ini adalah kolaborasi berbagai pihak untuk membentuk SupeÅ• Tim sebagai upaya meningkatkan kualitas masyarakat desa.  Ini adalah bentuk utk meningkatkatkan kopentensi masyarakat desa, saat ini kita masih hanya mampu meningkatkan kompentensi 4000 per tahun sementara desa di Indonesia terdapat 75266 desa. 

Berdasar data 70% pemuda yang pulang dari Jelang pulang ke Indonesia mampu utk menjadi pengusaha. Pemuda yang akan dikukuhkan sejumlah 200 pemuda dari 15 provinsi yg diharapkan dapat memberi dampak positif.  Tahun ini Universitas Siber Asia akan memberikan 500 beasiswa S1 bagi pemuda Indonesia. 

Dalam acara ini diselenggarakan penandatangan nota kesepahaman antara Universitas Siber Asia dengan Kementerian Desa dan daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Hadir dalam acara Utusan Khusus Presiden Rafi Ahmad menyampaikan pesan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa beliau mengapresiasi kegiatan membangun pemuda. Utusan Presiden juga mengapresiasi totalitas Menteri Desa dalam Membangun Desa.  Pengukuhan hari ini adalah titik awal untuk menciptakan pemimpin penggerak dan inovator Indonesia ke depan. 

Menteri Desa dalam sambutan arahannya  menyampaikan pesan bahwa yang berdiri disini kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Kemendesa melakukan kerjasama dengan parapihak utuk menjngkatkan sumberdaya manusia yang unggul melalui Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia.. "Karena adik-adik adalah duta utk mengenyam pendidikan di negara yang maju maka jaga Negara yang kita cintai dengan menjaga nama baik Indonesia ketika berada di Jepang dengan belajar tekun dan menunjukkan bahwa yang berkesempatan berangkat ke Jepang adalah pemuda pilihan dan dapat menularkan hal-hal yang positif kepada para pemuda yang lain. 

Sepulang dari Jepang akan kita buatkan forum sebagai organisasi tindak lanjut untuk mengembangkan potensi 12 aksi prioritas bangun desa bangun Indonesia. Ketika pulang dari Jepang yang berangkat saat ini harus bukan cari kerja tetap menciptakan lapangan kerja. Acara disemangati dengan yel yel menggunakan bahasa Jepang. #BangunDesaBangunIndonesia Desa Terdepan Untuk Indonesia 11/06/2026

 Oleh:Bidang Pengelolaan Data dan Informasi TPP Pusat

Rencana Kerja TPP 2026

 

Panduan dan alat ukur untuk Rencana Kerja Tindak Lanjut dari beberapa agenda TPP, mulai dari sistem data sampai pada kepastian kunjungan lapangan / monitoring, serta evaluasi kinerja para TPP secara berjenjang. 

TPP Kerja Berdampak

 


TPP Kerja Berdampak, dimana suatu bukti bahwa para pendampong desa yang kesehariannya memang berada diantara warga desa, diantara pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan liannya secara menyeluruh. 






Beras Merah, 3,9 Ton Prudes dari Konut

ASERA - Program Ketahanan Pangan yang memprioritaskan potensi unggulan desa, maka telah berhasil maraup panen 3,9 ton padi gogo dari Desa Aseminunulai Kec.Asera Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara.

Dengan Ketapang dari BUMDes Aseminunulai ini telah menunjukkan bahwa keragaman hayati dan plasma nutra yang merupakan warisan leluhur memang masih potensial untuk dijadikan bahan pangan utama. Seperti padi gogo ini.

Dari DD tahun 2025, Pemdes Aseminunulai ini yang pengelolaannya diserahkan ke BUMDes, berhasil menata produksi pagi beras merah ini dengan baik, bahkan untuk pertama kalinya meraup produksi sampai 3,9 ton.

Sehingga dengan prestasi BUMDes tersebut, membuat Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH.,MH., beserta Muspida, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe Utara, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres, Danposal, Para Kepala OPD, Camat dan masyarakat Desa Aseminunulai, tanggal 17 April 2026.

Menurut Kepala Desa Aseminunulai Ndarto, S.IP,  sumber dana kegiatan ini berasal dari 20% Dana Desa tahun anggaran 2025 dengan hasil panen mencapai 3,9 ton gabah kering panen.

“Alhamdhulillah, padi gogo dari Program Ketapang yang dikelolah oleh BUMDes ini, sukses panen dengan produksi 3,9 ton. Ini sebuah prestasi dalam pengembangan Ketapang, dan lebih lagi karena Kembali mempopulerkan desa ini sebagai sumber pangan beras merah,” tambahnya.

Bupati Konawe Utara, H.Ikbar SH MH dalam sambutannya pada pesta panen ini, Pemerintah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dapat menjaga ketersediaan bahan pangan sebagaimana tujuan ketahanan pangan dari Dana Desa.

“Kegiatan penanaman padi gogo ini juga dapat meningkatkan pemanfaatan lahan masyarakat yang selama ini jarang ditanami (lahan tidur) menjadi lahan produktif,” ungkapnya.

 Pemdes Aseminunulai berkomitmen untuk terus meningkatan varietas padi ini. “Ke depan masyarakat bersama BUMDesa Aseminunulai akan meningkatkan luas area tanam sehingga dapat meningkatkan hasil panen, sekaligus mendukung swasembada pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah,” kunci Kades. (muhaja)

Budidaya Kepiting Bakau dari Natuna

Pengembangan Budidaya 
Kepiting Bakau dari Natuna

Operasional Desa untuk Publikasi

Permendesa No.16 tahun 2025 telah menegaskan pada salah satu pasalnya, yakni Pasal 10 dan Pasal 11, disebutkan bahwa penggunaan 3% juga diperuntukkan untuk publikasi. 

Apabila dana ini tidak dperuntukkan pada Pasal Bab IV, maka di tahun mendatang tidak dapat digunakan 3% itu untuk operasinal desa. 

 ðŸ‘‰ðŸ‘‰ðŸ‘‰  Permendesa No.16/2025

Progres eHDW Kolut Capai 62,63%


LASUSUA - (BUtara)
Hingga memasuki pekan pertama Triwulan Kedua (April - Juni 2026) tim KPM Kolaka Utara telah mencapai 62,63 persen dalam progres pendataan dalam imputan di aplikasi eHDW.

Capaian ini memang dipengaruh beberapa faktor, utamanya dari Kecamatan Katoi yang mencapai 84,02% sebagai urutan paling atas. Disusul Kec Tiwu dengan progres 80,87%. Hanya dua kecamatan ini memang progresnya paling kencang. 

Sementara kecamatan lain hanya berkisar diangka 60an persen, kecuali Kecamatan Pakue Tengah yang mencapai 71% lebih. Bahkan masih ada dua kecamatan berada di zona kuning, yakni pada progres 50an persen. 

Sedangkan Tolala masih 0%. Hal ini ternyata karena memang minimnya pendampingan disana oleh para pendamping desa. Karena kecamatan tersebut kosong pendamping desanya, sehingga fasilitasi, bimbingan, pendampingan, mediasi dan memobilisasi penuntasan pendataan memang tidak maksimal.

Dari analisa tabel ini menunjukkan bahwa setiap kecamatan memang kelihatan progresnya, baik bagi KPM yang sudah terlatih bertahun-tahun, maupun KPM yang baru bergabung tahun ini, namun memiliki kualitas kinerja yang baik.

"Kami memang tengah menganalisa progres dari kawan-kawan semua,dan itu mencirikan bahwa KPM yang memang secara serius bekerja tentu akan memperlihatkan hasil yang baik, apalagi memang selama ini Pemdesnya sangat mendukung," kata PIC eHDW Stunting Kab.Kolaka Utara / TAPM Kolut S.Darampa. 

Ia mengakui bahwa kapasitas KPM baik dalam melakukan pendataan mapun ketika bertindak sebagai unemerator hampir sejajar, karena memang interaksi diantara mereka, bahkan komunikasi KPM antar desa dan antar kecamatan berjalan dengan baik. "Ada interkasi sosial yang menarik dalam eHDW ini, dimana para KPM sudah saling akrab dan menyatu dalam mengembangkan sistem pendataan Konvergensi Stunting ini," kuncinya.(*)

Camat Katoi : "Potensi Desa di Kec Katoi Siap Dipubliaksikan Hingga ke Nasional"


LASUSUA -
Sejumlah KPM Bidang Media dan Informasi mengikuti peningkatan kapasitas alias on the job training pembuatan blogspot dan sistem jurnalistik dasar, di Cafe Niken Kota Lasusua, Rabu 15 April 2026. 

Jadi sebanyak 12 perwakilan masing-masing desa se-Kecamatan Katoi yang merupakan peruntusan dari Pemdes dinyatan telah mampu membuat blogspot. Dimana blogspot ini nanti mejadi medium pemberitaan untuk seluruh kegiatan pembangunan desa. 

Ketua Panitia kegiatan OJT, Munira S.Ap., mengataka, kegiatan ini dilaksanakan mengingat memang pentingnya media-media publikasi untuk hasil-hasil pembangunan desa. 

"Ya, kami memang telah mendiskusikan Camat Katoi bahwa selama ini, belum terpubliaksi dengan baik hasil-hasil pembangunan desa di Kecamatan Katoi," tegasnya.

Menurutnya, sangat disayangkan sejak adanya Dana Desa sekitar tahun 2015 sampai saat ini, publikasi hasil-hasil pembangunan belum terkspos dengan bai, 

Camat Katoi,... . ketika dihubungi vai telapon membenarkan rencana kegiatan OHT bagi KPM Bidang Media dan Informasi. 

"Kami memang selama ini digelisahkan karena belum adanya saluran publikasi yang memadai prestasi dan pembangunan desa di Katoi, padahal sangat banyak potensi-potensi desa yang bisa dipublikasikan secara meluas," tutupnya. (mur)

Siapa : Utusan Pemdes se-Kecamatan Katoi

Kapan  : Rabu, 15 April 2026 (15/04/2026)

Dimana : Cafe Niken Kota Lassusua

Bilamana : on the job training pembuatan website / blogspot desa

Bagaimana : pentingnya KPM Media dan Informasi se-Kecamatan Katoi dalam peningkatan kapasitas.  

Lead :

struiktur berita / laporan 

Kalimat langsung : itu kalimat penegasan. Itu memuat kata-kata : saya, aku, kami dll. 

Kalimat tidak langsung / 




 

 

Toaha Sukses Ternak Ayam KUB Pedaging

Toaha mulai bulan depan, April 2026, telah memastikan untuk memasok kebutuhan ayam potong ke sejumlah pasar-pasar tradisional dan dapur MBG di seputaran Kecamatan Pakue Kolaka Utara.

Optimis sang Kades Toaha Sunardi SH ini dikarenakan sistem peternakan ayamnya, ayam KUB pedaging, sudah dapat dipanen April 2026 nantinya, dan angka itu juga besar, bisa mencapai lebih seribuan ekor ayam pedaging dengan umur sekitar 3 – 4 bulan.

Ia mengakui, bahwa dipilihnya ayam KUB pedaging ini sebagai program Ketapang Toaha itu lantaran pangsa pasar yang sangat besar di daerahnya, dimana kebutuhan ayam pedaging yang selama ini dikenal dengan ayam ras, karena memang selain cara pemeliharannya yang cukup simple, tidak terlalu rewel dan sistem perkandangannya cukup dilepas dalam area yang dikelolongi jaring, yang tentu berbeda dengan ayam ras.

Kemudian, karena ayam KUB ini sebenrnya adalah ayam kampung super, jadi sistem pemelirahaanya sama dengan ayam kampung. “Cuma yang harus dijaga adalah pakannya, karena tidak boleh terlambat, sehingga ayam-ayam tersebut tidak saling mematok,” ungkapnya.

Kalau pakan di kandang habis, maka yang dipatok itu adalah ayam teman-temannya, dan itu kalua tidak sering dikontral bisa jadi mati. “Kadang beberapa ekor itu harus diungsikan dari perkandangan, karena usai dipatok, luka-luka, jadi dikeluarkan dulu dari kendang untuk diobati,” terangnya.

Bahkan lebih jauh sang Kades pun telah membuat rencana ke depan, bila panen perdana ini telah selesai, maka pengadaan bibit ayam KUB pedaging pun akan ditambah, apalagi memang luasan perkandangannya terhitung masih longgar.


Sementara itu, Sunardi SH juga masih mengakui akan mengembangkan peternakan ayam petelur yang areal kandangnya masih cukup luas. “Karena modal BUMDes masih ada Rp200 juta, maka coba membuat kandang ayam petelur,” terangnya seraya mengakui bahwa modal BUMDes ini murni kegiatan usaha BUMDes di luar program Ketapang 20%.

Jadi sekalian, selain pengembangan ayam KUB pedaging yang memang diperuntukan stocking daging ayam, juga ada stok untuk telur-telur, sehingga Toaha ke depannya akan dapat menjadi suplayer pada dua kebutuhan sehari-hari Masyarakat tersebut.

(nurbaya/umar)

Mikuasi Siap Penyuplai Bibit Nila 2026

Setelah pembenahan kolam / tambak budidaya air tawar secara permanen dengan dukungan aliran Sungai dan perpipaan besar sebagai suplayer kebutuhan air bagi kolam tersebut, maka secara tegas BUMDes Desa Mikuasi, kecamatan Pakue Kab.Kolaka Utara, menyiapkan diri untuk jadi penyedia bibit ikan nila ke depan.

Rencana ini memang sudah sesuai dengan agenda dan visi BUMDes dalam pengembangan budidaya air tawar. Karena selain infrastruktur tambak yang memadai, juga telah dbangun 5 kolam kecil khusus untuk pembiakan bibit Nila, disertai dengan kincir / blower dan rangkaian perpipaan kecil pada setiap kolamnya.

Tambak induk dengan luasan 0,5 hektar ini mampu menampung bibik Nila sedikitnya 30.000 ekor, meski memang saat ini baru 26.000 ekor yang telah ditebar. Apalagi suplai makanan tambahan dari tanaman air, termasuk Azola, kangkong, serta pembiakan lumut, yang nantinya selain sebagai makanan Cadangan ikan alami juga menjadi pelindung / pendingin kolam.

Direktur BUMDes Mikuasi mengakui kalua semua pembenahan ini memang berasal dari DD Ketapang 2025, termasuk diantaranya Adalah renovasi rumah jaga / Gudang stok pakan dan sejumlah peralatan lainnya.

Bahkan pihaknya juga telah menempatkan satu orang jaga di tambak ini, karena memang dikhawatirkan akan dipancing secara illegal oleh pihak-pihak tertentu, dan ini memang pernah terjadi.


Dalam kunjungan monitoring DD Tahap II 2025 Ketahanan Pangan ini, dengan diskusi oleh para pengelola dan Pemdes, maka beberapa catatan-catatan menarik diantaranya Adalah :

1.    Pada usia ikan memasuki bulan keempat, maka harus dipindahkan ke kolam yang lebih kecil untuk pembiakan induknya, sehingga ke depannya tidak lagi menyuplai bibit nila dari luar. Minimal untuk kebutuhan bibit untuk tambak dapat tersuplai.

2.    Mempersiapkan beberapa kolama-kolam kecil,... (ada 5 kolam kecil) untuk pembiakan bibit ikan nila peruntukkan untuk dijual ke pihak lain. Jadi BUMDes ini juga akan menjadi menyuplaio bibit ikan.

3.    Memperbaiki kembali bagian-bagian kolam yang masih perlu pembenahan dan terus menstabilkan air yang masuk ke dalam tambak.

4.    Membutuhkan modal tambahan dari Pemdes dan membuat jaringan dukungan ke Dinas Perikanan Pemkab Kolaka Utara

(nurbaya/umar)

8 Desa yang Melaporkan Penyaluran BLT Tahap I 2026

Desa Puundoho, Penyaluran Pertama BLT di Kolut  tahun 2026

Hingga memasuki pekan terakhir Maret 2026, tercatat sedikitnya delapan (8) desa yang telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Tahap I tahun 2026. Hal ini tercatat dalam pelaporan penyaluran BLT melalui form pendamping desa tahun 2026 via link.

Ke-8 desa tersebut, diantaranya adalah dari Kecamatan Watunohu yakni 3 desa, Desa Nyule, Samaturu dan Lelehao. Sedangkan dari kec.Pakue Utara yakni, Desa Puundoho. Pakue, Saludongka, Kalo, Lengobatu.

Desa Puundoh tercatat sebagai desa yang pertama melakukan penyaluran BLT tahap I, meski pada yang saat pencairan DD tahap I sejumlah desa secara bersama-sama. Namun manajemen pemerintahn Desa Puundoho yang lebih siap. 

Hal ini karenakan menurut Kadesnya karean desakan kebutuhan, utamanya bagi para penerima manfaat atau KPM untuk kebutuhan primer mereka menjelang lebaran. Sehingga mau tidak mau Pemdes mensegerakan pemenuhan kebutuhan warga / KPM tersebut. 

Dalam fakta di lapangan, bukan hanya 8 desa yang sudah menyalurkan BLT, bahkan sekitar sudah ada 15 desa yang sudah menyalurkan. Namun desa-desa lain melalui pelaporannya belum memasukkan di form yang sudah dtentukan sebelumnya. "Artinya belum dilaporkan." kata sebuah sumber. (SDar)


Permendesa No.16 Prioritas Penggunaan DD 2026

 Dalam Permendesa No.16 tahun 2025 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026 ini, beberapa hal yang menarik untuk dicermati :

Seperti Bab III Pasal 2 disebutkan :  Pada ayat 1, disebutkan:

  1. Penanganan kemiskinan ekstrem dengan penggunaan Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai Desa dengan target keluarga penerima manfaat dapat menggunakan data Pemerintah sebagai acuan;
  2. Penguatan Desa berketahanan iklim dan Tangguh bencana;
  3. Peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar
  4. Kesehatan skala Desa;
  5. Program ketahanan pangan atau lumbung pangan, energi, dan lembaga ekonomi Desa lainnya; dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih;
  6. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa melalui program Padat Karya Tunai Desa;
  7. Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi di Desa; dan/atau
  8. Program sektor prioritas lainnya di Desa termasuk pengembangan potensi dan keunggulan Desa.

Larui, Desa Lembah di Pegunungan Verbeck

vediografer : suparman / PD Porehu

 Larui, sebuah desa yang terletak di antara lembah-lembah gugusan pegunungn Verbeck. Dimana desa ini pada wilayah Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara.

Untuk mencapai Larui dari ibukota Kec.Porehu (Desa Bangsala), dan dari ibukota kabupaten, Lasusua, ke ibukota Kec.Porehu membutuhkan waktu sekitar 3 jam - 4 jam.

Sementara kondisi jalan menuju Larui, membutuhkan jarak tempuh sekitar 20 Km dengan kondisi jalan yang memprihatikan. Kndisi cukup memperhatinkan dengan kondisi jalan tanah / kerikil (pengerasan), sehingga kadang warga untuk mencapai ibukota harus berjalan kaki, apalagi kalau musim hunaj, dimana kendaraa roda dua sulit mengkases.

Beberapa ruas jalan yang juga sering longsor, ditambah dengan jembaan yang kalau diuapi air banjir, sehingga akses ke Lauri dari ibukota kecamatan atau dari desa terdekat, sulit diakses.



EKONOMI DESA: KDMP vs Minimarket, Realistis dan Proteksi

"Selanjutnya yang perlu diperjelas tentu tidak ada efek terhadap pengurangan tenaga kerja, karena yang dimaksud adalah izin baru yang tidak diterbitkan, sedangkan minimarket existing ya tetap beroperasi seperti biasa. Tidak ada gagasan yang dimaksud untuk membatalkan/mencabut izin..."

Oleh: Yahdil Abdi Harahap 

Staff Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI

MENARIK mencermati gagasan pemikiran dari Menteri Desa dan PDT, Bpk. Yandri Susanto, mengenai pembatasan izin ekspansi minimarket (modern) ketika Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah mulai beroperasi. Banyak muncul kontroversi mengenai gagasan ini. Namun, perlu kita lihat dari perspektif ekonomi masyarakat desa dan pengembangan ekonomi desa.

Jika dilihat dari visi Asta Cita Presiden Prabowo, KDMP merupakan salah satu pengejawantahan dari Asta Cita ke-6,  membangun dari desa. Dengan demikian, KDMP sudah seharusnya menjadi motor aktivitas perekonomian desa, dan juga sebagai salah satu sentral perekonomian desa yang dapat berperan sebagai 'pasar', tidak hanya produk (hasil) desa, tetapi juga produk kebutuhan masyarakat lainnya.

Kontroversi Masa Lalu

Sebenarnya keberadaan minimarket sampai ke tingkat bawah (pedesaan/pemukiman) sudah pernah menjadi persoalan dan/atau kontroversi beberapa tahun lalu, karena dikhawatirkan mengganggu eksistensi warung yang banyak diandalkan oleh masyarakat dalam menambah pemasukannya. Pada awal tahun 2000-an, pasca krisis ekonomi 1998, liberalisasi sektor perdagangan membuka pertumbuhan ritel modern. Jaringan seperti Indomaret dan Alfamaret mulai berekspansi cepat ke kota-kota besar. Pada awal tahun 200-an itu  warung tradisional mulai merasakan tekanan atas keberadaan minimarket, walaupun belum menjadi polemik nasional.

berdasarkan informasi dari eyang mbah google, puncak kontroversi yang signifikan terjadi pada sekira tahun 2007-2012, dimana pada masa itu gerai mini market melonjak ribuan unit per tahun. Minimarket masuk hingga ke permukiman padat dan dekat pasar tradisional. Maka, mjuncullah protes pedagang kecil dan organisasi pasar. Pada saat itu isu “minimarket menggerus warung” menjadi isu publik, termasuk di DPR dan media mainstream, yang kemudian terbitlah Perpres No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisiona, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Selanjutanya, banyak Pemerintah Daerah, pada waktu itu, merespon dengan: membatasi izin gerai baru, menerapkan moratorium, dan mengatur kemitraan dengan UMKM.

Realistiskah KDMP head to head Dengan Minimarket?

KDMP merupakan sosok pemain baru di dunia bisnis ritel, yang terkait dengan produk desa, yang seperti kita ketahui banyak produk desa yang dijual juga di minimarket, baikhasil olahan makanan ringan, beras, buah-buahan, sayuran, onat-obatan, dan beberapa produk lainnya. Hal ini tentu menimbulkan persoalan, ketika KDMP yang merupakan pemain baru harus berhadapan (head to head) dengan minimarket. Pertama, minimarket sudah memiliki ribuan gerai, sehingga memiliki daya tawar yang tinggi ke produsen. Kedua, sistem distribusi nasional, sehingga biaya logistik minimarket rendah. Ketiga, minimarket dapat melakukan kontrak langsung dengan pemilik brand.

Dengan demikian, maka sangat tidak realistis jika KDMP berhadapan dengan minimarket, disisnilah relevansinya kebijakan afirmatif pemeritah, baik pusat maupun daerah untuk menjaga keberlangsungan usaha bisnis KDMP.

Maka, perlu dijaga agar KDMP bisa bertumbuh, berkembang, kuat, sehingga pada tahap tertentu mampu bersaing dengan minimarket. Solusinya jelas, dengan tidak mengeluarkan izin baru minimarket (izizn ekspansi), khususnya minimarket di pedesaan/pemukiman.

 Relevansi Menjaga KDMP

Dengan demikian, apa yang menjadi ide/gagasan Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, untuk tidak menerbitkan izin baru (izin ekspansi) kepada minimarket merupakan hal yang sangat relevan dan kontekstual, dalam momen pembentukan dan mengawali jalannya bisnis KDMP, untuk menjaga keberlangsungan bisnis KDMP, paling tidak, sampai jangka waktu tertentu, sehingga KDMP tersebut bisa berkembang, sehat secara bisnis, dan kuat secara ekonomi. Hal ini penting, untuk menjaga apa yang menjadi tujuan pendirian KDMP: meningkatkan aktivitas perekonomian desa dengan me-manage potensi desa sedemikian rupa, sehingga bisa dipasarkan dengan baik; meningkatkan kesejahteraan, dan; meningkatkan pendapatan masyarakat desa (Anggota koperasi).

Selanjutnya yang perlu diperjelas tentu tidak ada efek terhadap pengurangan tenaga kerja, karena yang dimaksud adalah izin baru yang tidak diterbitkan, sedangkan minimarket existing ya tetap beroperasi seperti biasa. Tidak ada gagasan yang dimaksud untuk membatalkan/mencabut izin.

Dengan demikian, apa yang menjadi ide/gagasan Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, untuk tidak menerbitkan izin baru (izin ekspansi) kepada minimarket merupakan hal yang sangat relevan dan kontekstual, dalam momen pembentukan dan mengawali jalannya bisnis KDMP, untuk menjaga keberlangsungan bisnis KDMP, paling tidak, sampai jangka waktu tertentu, sehingga KDMP tersebut bisa berkembang, sehat secara bisnis, dan kuat secara ekonomi. Hal ini penting, untuk menjaga apa yang menjadi tujuan pendirian KDMP: meningkatkan aktivitas perekonomian desa dengan me-manage potensi desa sedemikian rupa, sehingga bisa dipasarkan dengan baik; meningkatkan kesejahteraan, dan; meningkatkan pendapatan masyarakat desa (Anggota koperasi).

Selanjutnya yang perlu diperjelas tentu tidak ada efek terhadap pengurangan tenaga kerja, karena yang dimaksud adalah izin baru yang tidak diterbitkan, sedangkan minimarket existing ya tetap beroperasi seperti biasa. Tidak ada gagasan yang dimaksud untuk membatalkan/mencabut izin. 26/02/2026

Oleh: Yahdil Abdi Harahap 

Staff Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal

Catatan: penulis sengaja hanya menyebut Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak memasukan Koperasi Kelurahan Merah Putih karena konteks pembahasan tulisan adalah gagasan Menteri Desa dan PDT, yang tentu penafsiran penulisan apa yang dimasksud beliau tidak termasuk dari kelurahan (perkotaan), artikel yang sama dimuat di Kompasiana sebagai opini untuk menjadi pemahaman bersama.

BIODEVERSITY

KEMENDESA