Selamat Datang di Literasi Pembangunan Desa Kolaka Utara

Sekda Kolut ; "TPP Nyalakan Terus Semangat Perubahan"

 Kolaka Utara, 7 Oktober 2025 — Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bakti Pendamping Desa yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2025.

Dalam pesannya, H. Muhammad Idrus mengajak seluruh pendamping desa di Indonesia, terukhusu bagi pendamping desa yang bertugas di Kolaka Utara, untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat kolaborasi, dan mewujudkan desa yang maju, mandiri, serta berkelanjutan.

Setiap langkah kecil di desa adalah pijakan besar bagi kemajuan bangsa. Momen Hari Bakti Pendamping Desa ini menjadi kesempatan untuk menghargai perjuangan para pendamping desa yang senantiasa hadir di tengah masyarakat — membangun harapan, menumbuhkan kemandirian, dan menyalakan api semangat perubahan dari desa, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi tanpa henti para pendamping desa yang telah bekerja dengan penuh ketulusan dalam mendampingi masyarakat menuju kesejahteraan.

Terima kasih atas kerja nyata dan ketulusan hati seluruh pendamping desa. Mari terus mengabdi tanpa pamrih, berbakti untuk negeri, tutup H. Muhammad Idrus.

Selamat Hari Bakti Pendamping Desa 7 Oktober 2025 — Mengabdi tanpa pamrih, berbakti untuk negeri. (andika*)

Rakor Bersama TPP P3MD - Dinas PMD

Oleh :SDarampa / TAPM P3MD Kolut

Berdasarkan dengan dukungan dari DPRD Kabupaten Kolaka Utara, maka atas kerjasama dengan TPP P3MD Kolaka Utara dengan Dinas PMD Kolaka Utara, untuk pertama kalinya digelar rapat koordinasi bersama yang menghadirkan seluruh kepala desa dan seluruh camat se-Kab. Kolaka Utara, Kamis (02/10/2025),

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Berlian Lasusua dibuka oleh Aissten II Bidang Ekonomi Setda Pemkab Kolut, dengan narasumber dari Kanit Intel Kejakaan Negeri Kolaka Utara, Korkab TPP P3MD Kolut, serta Kadis PMD Kolut. 

Dalam rakor yang dihadiri 127 kepala desa dan 15 camat ini, memuat beberapa hal diantaranya adalah pentingnya saling membangun trust dan komunikasi secararutin baik yang menyangkut dengan progres masing-masing instansi / pihak maupun hanya sekedar berbagi informasi. 

 Pihak Korkab P3MD juga melaporkan beberapa capaian penggunaan DD di Kolaka Utara selama satu semester ini, utamanya dalam pencairan DD dengan 100 persen cair tahap I, dan 106 yang cair tahap II hingga pekan pertama Oktober 2025. 

 Selain itu terlaporkan juga bahwa penyaluran BLT tahap I - III, relatif tidak ada masalah yang terjadi di desa-desa. Meski memang ada beberapa Pemdes yang terkesan sangat lamban dalam penyaluran BLT-DD, bahkan masih ada desa yang belum salur tahap I. 


Di lain hal juga dilaporkan perkembangan program ketahanan pangan, dimana masih ada pemdes yang belum melakukan transfer dana 20% Ketapang ke rekening BUMDes.Ini diingatkan oleh semua pihak.

 Sementara dari Kejari juga telah memperkenalkan aplikasi pengawasan penggunaan dana desa melalui Jaga Desa. Namun peserta Rakor ini mengakui bahwa masih banyak Pemdes yang baru mendengar ini, meski katanya pihak Kejari sudah melakukan sosialisasi tahun lalu. 

Kadis PMD Kolut engakui akan melakukan langkah-langkah percepatan dalam penggunaan DD jika dikemudian hari ditemukan kelambatan progres. 

"Kalau boleh sy minta data-data dari kawan-kawan TPP dan untuk kedepan selalu kita berkoordinasi demi kemajuan pembangunan Kolaka Utara," ungkapnya.  

 

 

 

 

 

Simbula, Desa Kaki Gunung Menapak Jalan Lereng

Oleh : Lanafidal Bahrun Qabla / PLD Kec.Katoi 

Desa Simbula adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara dan merupakan pemekaran dari desa Maruge pada tahun 2001. Desa ini terdiri dari 4 dusun, 2 dusun berada di daratan dan 2 dusun berada di pegunungan dengan jumlah penduduk sebanyak 957 jiwa dengan luas wilayah 8,67 Km2, dengan kandungan sumber daya

Luasnya wilayah pegunungan menandakan bahwa sumber daya alam sangat memadai untuk menopang perekonomian masyarakatnya, terbukti

370 Ha lahan perkebunan cengkeh, 35 Ha lahan perkebunan nilam dan 60 Ha lahan perkebunan kakao (sumber profile desa 2024) dan lain-lain. Hal tersebut menjadi dasar pemerintah desa sehingga program-program prioritas ditujukan untuk pembangunan infrastruktur jalan usaha tani.

Manfaat pembangunan rabat beton jalan usaha tani adalah memperlancar transportasi hasil pertanian sehingga petani dapat menjual hasil panen lebih mudah dan efisien. Selain itu, jalan ini meningkatkan aksesibilitas ke lahan pertanian, mempercepat distribusi produk, mempermudah akses ke fasilitas publik seperti pasar dan fasilitas kesehatan. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan petani, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan

Pembangunan  rabat  beton  jalan  usaha  tani
berdampak positif pada peningkatan aksesibilitas dan produktivitas pertanian, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian desa. Manfaat lainnya termasuk kelancaran distribusi hasil panen, penurunan biaya transportasi, peningkatan nilai jual produk, dan terciptanya kohesi sosial antarwarga melalui partisipasi dalam pembangunan.(*)

 


Halaman